Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR duka datang dari Nurhasanah yang namanya dikenal sebagai pengisi suara Doraemon, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7).
Kabar mengenai meninggalnya Nurhasanah itu diketahui dari unggahan akun Instagram @indonesianvoicetalent. "Innalillahi wa innailaihirojiun. Kabar duka datang dari keluarga besar Doraemon Indonesia. Nurhasanah, dubber Doraemon sejak 1993," tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya, Minggu.
Dijelaskan juga bahwa penyebab meninggalnya Nurhasanah akibat sakit yang diidapnya. Kabar ini juga mengundang komentar dari warganet yang merasa kehilangan dengan Nurhasanah yang telah mengisi masa kecil lewat animasi Doraemon.
Nurhasanah Iskandar lahir pada 20 Mei 1958. Namanya dikenal luas masyarakat Indonesia sebagai pengisi suara. Dia dikenal sebagai dubber atau pengisi suara tokoh animasi Doraemon yang ditayangkan di RCTI sejak tahun 1993.
Nurhasanah pernah bercerita pengalamannya sebelum menjadi penyulih suara Doraemon. Nurhasanah mengungkapkan pernah mengisi suara untuk telenovela.
Saat itu, beberapa temannya di RRI mengisi suara untuk kartun Doraemon. Prabawati Sukarta yang menyulih suara Shizuka adalah rekan Nur, sementara pengisi suara Suneo saat itu adalah atasannya.
Ketika ada rekaman Doraemon, para kolega kerjanya biasa berkumpul sebelum pergi bersama-sama ke studio.
"Saya pikir 'Ih enak kali ya ngumpul, pergi rekaman Doraemon, enak kali ya ngisi film anak-anak?'" kata Nurhasanah.
Tawaran menjadi penyulih suara Doraemon kemudian datang dari mendiang Prabawati ketika penyulih suara si robot kucing saat itu, Anita Riyadi, akan diganti.
Saat itu, Nurhasanah justru bertanya balik seperti apa suara Doraemon karena ia belum pernah menonton kartun tersebut.
"Prabawati bilang, 'Lo nonton dulu deh hari Minggu pagi. Lo pasti bisa'," kenang Nurhasanah.
Nurhasanah resmi menjadi pengisi suara Doraemon sejak 1993. Setelah tiga belas tahun, ia sempat vakum dari Doraemon karena diganti dengan orang lain. (OL-12)
Industri pertelevisian Indonesia telah mengalami pertumbuhan signifikan sejak berdiri pada 1960-an, dengan sekitar 695 saluran televisi saat ini.
Dalam total 14 penampilan yang ditampilkan, trainee menampilkan beragam, mulai dari yang bernyanyi, menari, hingga bermain alat musik.
Gelaran IMA 2023 berhasil mencetak 14 juara dari masing-masing kategori yang dipilih berdasarkan voting dari sepuluh juta penikmat musik di Indonesia,
Melalui acara tersebut, diharapkan semakin banyak pemirsa Indonesia dapat merasakan antusiasme Tiongkok, mengeksplorasi warisan budaya kuno Tiongkok.
Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Indra Pahlevi salah satunya mengajak talent terbaik kepada sivitas akademika IPB untuk bergabung bersama TVR Parlemen sebagai presenter.
Anggun baru saja diminta saluran nomor satu di Belgia, RTL-TVI untuk menjadi juri di acara pencarian bakat "StarMaker".
POPULARITAS Doraemon yang mendunia tidak disia-siakan oleh Pemerintah Jepang. Karakter robot kucing karya Fujiko F. Fujio ini telah lama "diangkat" menjadi pejabat non-resmi Jepang.
KEPUTUSAN RCTI menghentikan penayangan serial Doraemon mulai Januari 2026 membuat banyak penggemar kehilangan asupan hiburan akhir pekan.
AWAL tahun 2026 menjadi momen emosional bagi pecinta animasi. Setelah 35 tahun menemani Minggu pagi di RCTI, serial Doraemon resmi berhenti tayang di stasiun televisi tersebut per Januari 2026.
Setelah simpang siur berakhirnya Doraemon dari jadwal RCTI di awal Januari, konfirmasi datang bukan dari stasiun TV, melainkan dari para pelaku di balik layar terkait hak siar Doraemon 2026.
Serial animasi legendaris Doraemon, yang telah menjadi ritual wajib Minggu pagi selama lebih dari tiga dekade, resmi berhenti tayang di stasiun televisi RCTI mulai Januari ini.
Kilas balik sejarah Doraemon di Indonesia. Kapan pertama tayang, fakta anime 1973 yang gagal, hingga alasan resmi berhenti tayang di TV nasional pada awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved