Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Di Balik Suara Robot Kucing: Sejarah dan Legenda Dubber Doraemon Indonesia (1990-2026)

Putri Rosmalia Octaviyani
08/1/2026 17:46
Di Balik Suara Robot Kucing: Sejarah dan Legenda Dubber Doraemon Indonesia (1990-2026)
Kartun Doraemon.(Dok. Youtube Kids Cartoon Story)

AWAL tahun 2026 menjadi momen emosional bagi pecinta animasi Tanah Air. Setelah 35 tahun menemani Minggu pagi di RCTI, serial Doraemon resmi berhenti tayang di stasiun televisi tersebut per Januari 2026. Meski pengisi suara Suneo, Santosa Amin, telah membocorkan bahwa serial ini akan "pindah rumah" ke stasiun TV lain, momen ini tetap menandai berakhirnya sebuah era.

Di balik kelucuan Nobita dan keajaiban kantong empat dimensi, terdapat sosok-sosok legendaris yang meminjamkan suaranya. Berikut adalah rekam jejak sejarah dan profil para dubber yang menghidupkan imajinasi anak Indonesia dari masa ke masa.

Legenda Pengisi Suara atau Dubber Doraemon Indonesia

Suara serak-serak basah Doraemon yang ikonik tidak tercipta begitu saja. Karakter ini telah dihidupkan oleh beberapa generasi, dengan mendiang Nurhasanah Iskandar sebagai tonggak utamanya.

1. Doraemon: Estafet Ibu ke Anak

  • Anita Riyadi (1988-1993): Suara pertama Doraemon saat masih tayang di TVRI dan awal era RCTI. Karakter suaranya lebih melengking dan cepat.
  • Nurhasanah Iskandar (1993-2018): Sang legenda. Hampir 25 tahun suaranya identik dengan Doraemon. Tawa khasnya menjadi memori kolektif generasi 90-an. Beliau wafat pada Juli 2020 akibat stroke.
  • Dana Robbyansyah (2018-Sekarang): Putra kandung Almh. Nurhasanah. Ia dipilih karena memiliki *timbre* suara yang sangat mirip dengan sang ibu, menjaga keaslian karakter Doraemon tetap hidup hingga detik ini di tahun 2026.

2. Nobita: Si Cengeng yang Setia

  • Ivonne Rose: Pengisi suara Nobita terlama di era awal. Suaranya yang cempreng namun polos sangat melekat di ingatan penonton lawas.
  • Dewi Sartika (2009-Sekarang): Mengambil alih peran Nobita dengan nuansa yang sedikit lebih modern namun tetap mempertahankan ciri khas rengekan manja kepada Doraemon.

3. Shizuka, Suneo, dan Giant

  • Shizuka: Sempat diisi oleh Almh. Prabawati Sukarta (penyiar RRI), kini karakter gadis manis ini dihidupkan oleh Jessy Milianty.
  • Suneo: Karakter bermulut tajam ini dihidupkan dengan brilian oleh Santosa Amin. Ia juga dikenal sebagai pengisi suara Spongebob Squarepants.
  • Giant: Sosok Bima Sakti menjadi pemilik suara berat Giant yang ikonik dengan nyanyian sumbangnya, menggantikan dubber lawas Is Andespa.

Lini Masa Sejarah: Dari TVRI ke RCTI (1974 - 2026)

Perjalanan Doraemon di Indonesia adalah cerminan perkembangan industri pertelevisian nasional.

Periode Stasiun TV Peristiwa Penting
1974 - 1989 TVRI Doraemon pertama kali diperkenalkan di TVRI Yogyakarta (1974) sebelum tayang nasional. Masih menggunakan dubber awal seperti Anita Riyadi.
1990 - 2000 RCTI Era Keemasan. Pindah ke RCTI pada Desember 1990. Slot Minggu pukul 08.00 WIB menjadi "waktu sakral" anak-anak. Nurhasanah mulai menjadi dubber utama (1993).
2001 - 2010 RCTI Doraemon sempat tayang setiap hari (Senin-Jumat) di pagi hari sebelum kembali ke format mingguan. Popularitas memuncak dengan rilis film bioskop.
2011 - 2025 RCTI Era Modern & HD. Kualitas animasi diperbarui (remastered). Transisi dubber dari Nurhasanah ke Dana Robbyansyah (2018).
Januari 2026 TBA Akhir Era RCTI. Lisensi tidak diperpanjang. Slot Minggu pagi digantikan anime lain. Dubber mengonfirmasi serial tetap berlanjut di stasiun TV baru.

Kini, di tahun 2026, para penggemar menanti babak baru petualangan robot kucing ini di "rumah barunya". Meski stasiun TV berubah, warisan suara dan cerita yang ditinggalkan para legenda akan tetap abadi. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya