Sabtu 04 Juli 2020, 16:15 WIB

Pengamat: Pemerintah Perlu Buat UU Khusus New Normal

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
Pengamat: Pemerintah Perlu Buat UU Khusus New Normal

MI/Pius Erlangga
Mural bertuliskan New Normal terlihat di Jalan Tb Simatupang, Jakarta.

 

PENGAMAT politik M. Qodari mendorong pemerintah untuk membuat undang-undang khusus yang membahas tatanan kenormalan baru (new normal).

Beberapa daerah, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat, sudah memiliki payung hukum terkait tatanan menuju new normal. Jakarta memiliki Pergub Nomor 51 Tahun 2020 dan Jawa Barat memiliki Pergub Nomor 46 Tahun 2020.

Qodari mengapresiasi penerbitan dua payung hukum untuk menjembatani kegiatan pemerintah dan masyarakat menuju new normal. Namun, standar yang tidak sama antar daerah dinilainya bisa memicu kebingungan di tengah masyarakat. Proses transisi menuju new normal pun dikhawatirkan tidak optimal.

Baca juga: New Normal, Presiden Ingatkan Daerah Buka Sektor Publik Bertahap

"Harus ada standar yang sama. Ini menurut saya harus undang-undang (UU). Sehingga, nanti dibuat lagi aturan turunannya oleh seluruh sektor melalui kementerian dan daerah," ujar Qodari dalam suatu diskusi, Sabtu (4/7).

Menurutnya, UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan tidak cukup mengakomodasi pelaksanaan tatanan kenormalan baru. Aturan itu dikatakannya hanya mencakup pelaksanaan karantina wilayah untuk mencegah penularan virus. Namun, tidak mengatur kehidupan pascapandemi.

Baca juga: Belum Ada Vaksin Covid-19, Wagub DKI: Tetap di Rumah

"Terserah apakah mau merevisi UU Karantina Kesehatan dengan menambakan soal ini, atau membuat UU baru. Yang jelas ini harus ada agar menjadi pegangan bagi seluruh daerah," pungkas Qodari.

Qodari mengusulkan agar terminologi covid-19 atau penyakit menular harus dimasukkan dalam bagian judul UU baru. Pencantuman terminologi covid-19 berfungsi membangkitkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya penyakit tersebut.(OL-11)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Kemendikbud : Seleksi Guru PPPK Berbasis Kompetensi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 29 November 2020, 22:12 WIB
Dia menambahkan meski perekrutan tidak mempertimbangkan pengalaman guru honorer, Kemendikbud memberikan latihan soal-soal seleksi PPPK...
Dok. Pribadi

Gerakan Senabung Bantu Warga Terdampak Pandemi Covid 19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 29 November 2020, 22:10 WIB
Melalui gerakan Sedekah Nasi Bungkus (Senabung) secara rutin setiap hari Jumat, dibantu istri dan karyawannya ia menyumbangkan bantuan nasi...
AFP/Bay Ismoyo

Abaikan Protokol, Rizieq hingga Mer-C Akan Diminta Keterangan

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 29 November 2020, 21:47 WIB
Menurut dia, Rizieq bisa saja merasa sehat dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain. Tapi Rizieq selalu dikerumuni sehingga bisa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya