Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI perkembangan zaman semakin maju serba digital namun kegiatan konvensional masih memiliki nilai tersendiri bagi kehidupan dan aktivitas manusia.
Diantaranya menulis, kegiatan tangan ini dipercaya memiliki banyak sekali manfaat, meskipun saat ini kita mungkin jarang menulis secara konvensional.
Menurut Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Christian Herawan mengutarakan setidaknya ada empat manfaat yang dapat diraih melalui kebiasaan menulis secara manual.
Pertama, menulis membuat tangan dan otak bekerja. Saat menulis, otak dipaksa menerima banyak informasi baru, sehingga daya ingat tetap aktif, yang bisa mencegah atau mengurangi potensi dari kepikunan. Tidak hanya itu ekspresi diri akan lebih mudah tersalurkan dengan menulis, dibandingkan dengan bentuk komunikasi verbal.
Baca juga : Empat Tahun Zonasi, Kualitas Pendidikan tak Kunjung Merata
Karena menulis adalah medium tepat merangsang perkembangan emosional dan sosial, selain kegiatan menggambar dan mewarnai.
"Menulis juga dapat menjadikan kita lebih kreatif sebab kita dipaksa untuk mencari dan menemukan banyak ide yang dituangkan dalam bahasa tulisan, "ungkap Christian.
Menulis juga bisa menjadikan sumber penghasilan, diantara menjadi script writer, ghost writer, creative content dan banyak lainnya.,
Diantaranya mengikuti kegiatan MenulisFaberCastell. Pada ajang ini peserta ditantang untuk menulis tangan namun tidak sekedar menulis karena mesti dibuat sangat rapih.
"Tantangan ini tentunya mempunyai kesulitan tersendiri sehingga menarik untuk diikuti," tukas Christian, sembari menambahkan kegiatan menulis Faber Castell itu akan digelar hingg 11 Juli 2020. (RO/OL-2)
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus utama Baznas tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved