Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
NITTA Suzana, 42, dilanda gundah luar biasa. Sebagai seorang pasien kanker payudara, ia harus rutin mengonsumsi obat tamoxifen selama 10 tahun tanpa putus.
Namun, saat ini obat itu tidak bisa didapatkan di tempat tinggalnya di Depok, Jawa Barat. “Kekosongan obat ini sudah terjadi beberapa kali di Depok. Susah sekali mendapatkan tamoxifen,” kata Nitta kepada Media Indonesia, Sabtu (27/6).
Sejak terdiagnosis kanker payudara pada 2015, Nitta berobat tanpa menggunakan BPJS Kesehatan. Semua pelayanan dari operasi lumpectomy, kemoterapi, hingga radioterapi dijalankan tepat waktu tanpa hambatan. Hanya permasalahan ketersediaan obat saja yang sangat mengganggu.
“Saya harusnya membeli obat setiap 20 hari. Sekarang saya cuma pasrah,” tuturnya.
Husna Diyarni, 46, seorang pasien kanker payudara di Kepulauan Riau juga merasakan hal serupa. Selain tamoxifen, obat yang harus dikonsumsi pascakemoterapi juga tidak ada. “Saya sudah tiga bulan enggak minum obat kemo oral. Dalam 14 hari, kita harus minum tujuh papan. Beli sendiri harganya Rp400 ribu. Satu papan isi 10 butir,” keluh Husna yang rutin berobat sejak 2016.
Selain kekosongan obat, Husna yang tergabung sebagai anggota Cancer Information and Support Center (CISC) juga menerima informasi soal ditutupnya pelayanan radioterapi atau pemeriksaan PET scan.
“Kita harus keluar kota seperti Medan atau bahkan ada yang sampai ke Jakarta. Amat sangat sulit bagi kita kalau harus berobat keluar pulau,” katanya.
Baca juga : Keberpihakan Negara pada Pasien Kanker
Baca juga : Teripang untuk Pengobatan kanker
Koordinator Pendamping Pasien Yayasan Kanker Payudara Indonesia Maria Shanty menyampaikan angka kejadian kanker payudara jika dibandingkan dengan kasus kanker lainnya menjadi yang tertinggi di Indonesia. Meski begitu, menurutnya, pemerintah kurang responsif dalam melayani pasien kanker payudara. Obat, kata Maria, bukanlah kendala utama, itu hanya sampingan.
Masalah utama yang dihadapi pasien kanker payudara ialah sulitnya mencari dokter spesialis bedah onkologi, spesialis onkologi medik, dan ahli patologi klinik. Demikian juga dengan alat-alat pemeriksaan dan terapi. “Belum merata di seluruh Indonesia sehingga menambah panjang angka keterlambatan penatalaksanaan,” serunya.
Itu belum lagi dengan adanya pembatasan jumlah pasien sehingga jadwal tunggu semakin panjang, terutama pada pasien baru.
Masalah administrasi
Saat dikonfirmasi mengenai sering terjadinya kekosongan obat untuk pasien kanker, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Engko Sosialine Magdalene enggan berkomentar.
Namun, dokter spesialis bedah onkologi Sonar Soni Panigoro menduga bahwa kekosongan obat tersebut terjadi karena adanya hambatan dalam proses administrasi. “Kalau dari pabriknya sih, setahu saya lancar. Yang terjadi di lapangan karena proses pengadaan secara adminitrasi di tiaptiap RS atau apotek penyedia,” ungkapnya.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Doni Monardo, telah memasukkan pasien kanker sebagai kelompok rentan terkena covid-19 yang dampaknya mematikan. Pasalnya, hampir semua kasus yang menimbulkan kematian, yaitu 85% lebih, ialah mereka yang memiliki komorbid, seperti hipertensi, diabetes, asma, TBC, kanker, dan penyakit lainnya.
Doni mengingatkan kelompok rentan itu untuk berhati-hati melakukan kegiatan di luar rumah. Demikian juga dengan rumah sakit yang diminta menyediakan layanan adaptif dan meringankan kepada pasien kanker. (H-2)
KITA semua mengikuti dengan waspada perkembangan eskalasi konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Bagi Anda yang ingin menghindari ketergantungan bahan kimia, berikut adalah panduan cara menurunkan asam urat secara alami.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved