Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH sudah mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan. Antisipasi dilakukan dengan memodifikasi cuaca untuk menciptakan hujan buatan.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan program tersebut sudah dijalankan sejak Mei lalu di beberapa titik di Sumatra yang rawan kebakaran.
Beberapa daerah di Sumatra seperti Riau, Sumatera Utara dan Aceh, lanjut dia, diidentifikasi memiliki dua fase krisis. Fase pertama jatuh pada periode Maret hingga Mei.
Kemudian fase kedua terjadi pada Juni dan Juli hingga puncaknya di Agustus dan September.
"Ini sudah kita pelajari perilaku titik panas yang ada dan kita sudah berhasil melalui fase krisis pertama," tuturnya, Selasa (23/6).
Baca juga: Titik Panas Karhutla Mulai Terpantau di NTT
Hal serupa juga akan diterapkan di Kalimantan yang baru akan memasuki fase panas pada Juli mendatang.
"Kita akan lakukan format itu juga di Kalimantan. Kita siapkan secara sistematis karena kita tidak bisa setelah api besar baru bergerak memadamkan," ucap Siti.
Pemerintah pusat, sambungnya, juga akan terus mempererat koordinasi dengan pemerintah daerah hingga masyarakat setempat untuk membantu meningkatkan pengawasan di titik-titik panas. (A-2)
Analisis mendalam dampak penaburan Kapur Tohor (CaO) dalam modifikasi cuaca. Pelajari efek eksotermik, risiko alkalinitas, dan manfaat mitigasi bencana.
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Di luar sanksi hukum, WALHI Sumut menekankan pentingnya agenda pemulihan ekosistem yang terencana, terukur, dan melibatkan masyarakat terdampak.
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved