Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI mampu menimbulkan dampak yang cukup luas. Berdasarkan pengalaman di beberapa negara sebelumnya, pandemi dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi, sosial, politik, hingga psikologis.
Dosen Fakultas Psikologi UI Bagus Takwin mengatakan, pandemi menciptakan dampak berganda dari sisi psikologis, selain ancaman penyakit yang menimbulkan rasa cemas dan panik, ada yang dilanda kesedihan karena kehilangan keluarga, ada pula yang ekonominya terdampak hingga memberikan pukulan yang lebih berat lagi bagi masyarakat.
“Dari segi psikologis dampaknya cukup signifikan terhadap gangguan kesehatan mental, bahkan ada yang sampai bunuh diri,” kata Bagus dalam acara bincang sore bersama FEB UI, Selasa (2/6).
Saat pandemi terjadi, aspek emosional manusia adalah yang paling pertama diserang. Emosi merupakan semacam sistem pertahanan pertama yang ada pada diri kita sebagai makhluk biologis.Setiap manusia memiliki rasa takut, cemas, dan terancam jika ada sesuatu yang bisa menyakiti atau membuatnya jadi tidak nyaman.
“Itu sistem yang sebenarnya membantu kita untuk menghindarkan diri dari bahaya tapi juga bisa menjadi soal karena kalau kita lihat emosi ini gampang menular dan itu bisa membuat efeknya jadi lebih buruk karena ketika dia menular, makin banyak orang yang kena efek kemudian mempengaruhi tingkah laku manusia,” tuturnya.
Baca juga : MUI Racik Tata Cara Ibadah di Masjid Saat Kenormalan Baru
Adanya rasa takut dan terancam ini kemudian menciptakan bias optimisme, di mana orang tidak akan membayangkan dirinya terkena penyakit/bahaya. Berikutnya yakni rasa jijik, emosi yang merupakan bagian sistem pertahanan manusia sebagai makhluk hidup untuk menghindarkan diri dari hal beracun/tercemar/membuat diri menjadi tidak berfungsi dengan baik karena zat-zat yang buruk bagi tubuh.
“Tapi efeknya itu biasanya jijik membuat orang jadi kemudian mengasosiasikan dirinya dengan hal-hal lain/objek-objek lain yang tidak disukainya. Misalnya menghakimi perilaku orang atau kelompok lain yang dianggap tidak sesuai, dan lebih sedikit memberikan interpretasi dan penilaian baik terhadap orang lain,” jelasnya.
Rasa jijik yang berlebihan juga mampu menimbulkan sifat intoleran/diskriminatif. Kemudian wabah juga dapat menimbulkan kecemasan eksistensial dan kesadaran akan kematian, kecenderungan depresif yang jika berlebihan dapat memunculkan keinginan bunuh diri. Kemudian panik moral, semacam perasaan bahwa ada hal-hal buruk yang disebabkan oleh orang lain, gangguan kesedihan yang berkepanjangan, menimbulkan seseorang kehilangan orientasi, hingga memiliki pikiran irasional.
Dengan banyaknya dampak psikologis yang disebabkan oleh pandemi, maka menurut Bagus, peningkatan layanan kesehatan mental merupakan salah satu hal yang penting dilakukan untuk mengatasi dampak negatif terhadap kesehatan mental yang timbul selama pandemi. Kemudian dibutuhkan kebijakan perlindungan sosial yang kuat.
“Negara-negara yang cukup kuat kebijakan perlindungan sosialnya tingkat depresi, kematian dan gangguan psikologis/emosionalnya jauh lebih rendah dibanding negara lain yang kebijakan perlindungan sosialnya lemah,” imbuhnya.
Sedangkan masyarakat dapat berupaya mengelola tingkah laku dengan meningkatkan kreativiras dan fleksibilitas, menjaga stabilitas pola makan, mengelola emosi dan pikiran bisa juga dengan bantuan psikolog, menjaga mindset yang meningkatkan semangat dan ketahanan psikologis, dan komunikasi untuk menanamkan pola pikir yang adaptif. (OL-7)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved