Rabu 20 Mei 2020, 08:53 WIB

PMI Sarankan PSBB Sebaiknya Terus Dijalankan

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
PMI Sarankan PSBB Sebaiknya Terus Dijalankan

ANTARA/NOVA WAHYUDI
Petugas gabungan dari TNI dan PMI melakukan penyemprotan cairan disinfektan dengan menggunakan mobil gunners spraying.

 

PALANG Merah Indonesia (PMI) menyarankan agar kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terus dijalankan untuk menekan penyebaran virus korona. Pasalnya, PSBB dinilai terbukti berdampak pada perlambatan atau pengurangan kasus infeksi.

"Semua pihak perlu memperkuat appeal (desakan) kepada pemerintah untuk memperluas dan memperketat PSBB," kata Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said melalui keterangannya, Rabu (20/5). 

Menurutnya, keberlanjutan kebijakan PSBB penting untuk melandaikan kurva kasus covid-19. Masyarakat juga harus benar-benar menyadari sumber penyebaran virus ialah interaksi sosial secara langsung. 

Sebab itu, pembatasan aktivitas dan pengelolaan protokol kesehatan yang ketat amat diperlukan berkaca dari negara-negara lain yang sigap menekan penyebaran wabah. 

"Sebaliknya yang santai dan sembrono terbukti penyebarannya cepat sekali. Maka itu sejak awal Ketua Umum PMI Jusuf Kalla sudah mengingatkan untuk perketat interaksi sosial, lakukan pembatasan sosial seluas mungkin," ucap Sudirman. 

Baca juga: Bigbird Sediakan Program Mudik Sehat PSBB? Ini Penjelasannya

"PSBB memang sangat baik dilakukan untuk menekan jumlah penyebaran virus korona. Interaksi sosial antarmasyarakat memang harus benar-benar diawasi agar wabah covid-19 tak meluas," imbuh Sudirman.

Kebijakan PSBB yang tertuang dalam PP Nomor 21 Tahun 2020 ditetapkan sejak akhir Maret lalu dan mulai bergulir di DKI Jakarta sejak April. Menurut catatan pemerintah, kini sedikitnya sudah ada empat provinsi dan 72 kabupaten/kota menerapkan PSBB.

Sejumlah daerah bahkan baru memulai PSBB, misalnya seperti di Malang Raya, Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan Kota Banjarmasin.

Sementara itu, di DKI Jakarta yang sudah lebih lama menerapkan PSBB mulai menunjukkan penurunan kasus. DKI Jakarta bahkan menyiapkan skenario pelonggaran agar kondisi ekonominya kembali pulih. (A-2)

Baca Juga

DOK MI

Pendaftar Pendanaan Kampus Merdeka belum Serahkan Proposal

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 26 Januari 2021, 01:55 WIB
Pendaftar program Kompetisi Kampus Merdeka lebih banyak PTS ketimbang...
DOK MI

Kolaborasi BKM-PII dengan Perguruan Tinggi akan Hasilkan Inovasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:45 WIB
Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan bisa menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi...
ANTARA

Pendidikan Vokasi akan Mengembangkan Bakat Spesifik Siswa

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 25 Januari 2021, 22:59 WIB
Perkembangan pesat teknologi telah menghilangkan banyak profesi sekaligus melahirkan profesi-profesi baru yang membutuhkan bakat spesifik....

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya