Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBELUM melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 masih terus melakukan berbagai kajian, di antaranya melihat tren kasus covid-19 dan mengevaluasi pelaksanaan PSBB.
“Pelonggaran itu harus dilakukan secara hati-hati dan melalui berbagai tahapan,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, melalui pesan singkat kemarin.
Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyebut, pemerintah akan menjalan kan empat tahapan kebijakan sebelum memberlakukan pelonggaran.
Di tempat terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pelonggaran PSBB linear dengan pemulihan ekonomi nasional.
Namun, lanjutnya, pelonggaran PSBB didasarkan pada data. Jika terjadi penurunan penyebaran covid-19, ada kemungkinan pelonggaran dilakukan. Ia menekankan tidak akan mengeluarkan kebijakan yang membahayakan masyarakat.
“Sekarang ini Presiden dan kabinet terus melakukan sidang kabinet untuk melihat data penyebaran virus ini,” ujar Sri pada acara Indonesia Moving Forward Macro Outlook dan Peluang Kebangkitan Ekonomi Pasca pandemi Covid-19.
Data yang diamati, tambahnya, berupa provinsi mana saja yang melakukan PSBB dan mendengarkan juga daerah yang tidak menerapkan, seperti Bali yang menggunakan mekanisme ‘desa adat’.
Di lain pihak, Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Fitri Wiyanti, mengatakan pihaknya memprediksi puncak arus
mudik akan terjadi pada 21 Mei mendatang (H-3 Lebaran). Namun, akan ada penurunan volume lalu lintas jelang Lebaran sebesar 62,5%.
Sementara itu, Gugus Tugas melaporkan pasien covid-19 yang sembuh bertambah 224 orang sehingga total menjadi 3.287. Kasus meninggal
bertambah 21 orang sehingga total 1.028 orang. Kasus positif bertambah 689 sehingga total menjadi 15.438 orang (Ifa/Hld/Fer/X-7)
Setelah diproduksi, minyak mentah bagian milik negara harus diserahkan kepada Pertamina.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved