Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara menangkap adanya semangat saling berbagi yang ditunjukkan masyarakat penerima bantuan. Semangat ini muncul dan disaksikan sendiri saat Mensos meninjau puluhan titik distribusi bantuan sembako di DKI Jakarta.
Menurut Mensos, bantuan dari pemerintah memang tidak sebanding dengan banyak masyarakat yang terdampak Covid-19. Sebagian masyarakat masih ada yang belum terjangkau bantuan.
Ada beberapa kasus, justru ada warga yang sudah mendapat bantuan dari Pemprov DKI Jakarta, lalu mendapat bantuan dari Kementerian Sosial.
"Nah saya melihat ada warga masyarakat yang sudi berbagi dengan tetangganya yang belum mendapatkan bantuan. Saya kira ini merupakan bentuk nyata dari sikap saling perduli, kesetiakawanan, dan saling membantu di antara warga nasyarakat," kata Mensos di Jakarta, Senin (4/5).
Pada Senin (4/5), Mensos kembali melakukan blusukan ke berapa titik di Jakarta untuk mengecek kesiapan distribusi bantuan sosial Sembako dari Presiden. Mensos mengawali kunjungan ke RW 02 Kelurahan Rawa Terate, Cakung Jakarta, Timur. Di lokasi tersebut, disiapkan 429 paket sembako
Mensos juga berkunjung ke RW 05 Kelurahan Rawabadak Utara yang menyiapkan bantuan sembako sebanyak 426 paket.
Mensos meminta masyarakat untuk tidak mempermasalahkan data. Sebab dalam situasi krisis, peluang terjadinya data yang tidak akurat bisa saja terjadi di sana sini. "Data bisa saja tidak selalu akurat. Ini bisa dijembatani dengan sikap saling perduli seperti ini," katanya.
Mensos juga berterima kasih kepada masyarakat, termasuk para Ketua RT/RW dan lurah atas kesediaannya membina masyarakat. Apresiasi Mensos sangat beralasan. Sebab peran perangkat kelurahan sangat penting.
Ketua RW 02 Kelurahan Rawa Terate, Bambang Hermanto, menyatakan sudah bergerak door to door ke warganya yang mendapat bantuan. "Saya meminta pemahaman dan pengertian mereka pak. Dan Insya Allah saya yakin bisa," katanya.
Hal senada disampaikan Ketua RW 02 Rawabadak Utara Nurdian Syamsul. Banyak warganya yang belum mendapatkan bantuan. "Saya rapat beberapa kali dengan warga. Saya optimistis mereka bisa paham," katanya.
Bansos Sembako bantuan Presiden mulai disalurkan untuk masyarakat terdampak Covid-19 di DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang dan Tangsel, Depok dan Bekasi (Jabodetabek), 20 April. Bansos Sembako tersebut menjangkau 1,9 juta keluarga dengan nilai Rp600.000 yang disalurkan sebulan dua kali, sehingga nilai totalnya sekitar Rp3,4 triliun.
Sementara BST, menjangkau 9 juta KK di luar Jabodetabek yang belum mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (Bantuan Pangan Non Tunai) dengan nilai Rp600.000/KK/bulan. Baik Bansos Sembako bantuan Presiden maupun BST, disalurkan selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020.
Iklas berbagi
Pernyataan Mensos dibuktikan saat berbincang dengan sejumlah penerima bantuan. Di Rawa Terate, perempuan pedagang nasi Warung Tegel, Sumiarti, 53, menyatakan rasa terima kasih atas bantuan Presiden.
"Saya belum dapat bantuan sebelumnya. Tapi saya ngga papa berbagi sama tetangga. Yah, namanya juga lagi susah Pak," kata janda beranak dua ini.
Karena pandemi Covid-19, sudah empat bulan warung milik Sumiarti tutup. Selama itu pula ia bergantung hidup kepada dua anaknya yang sudah berkeluarga dan hidup terpisah.
"Yah selama bisa membantu ya saya bantu Pak. Ini banyak sekali bantuannya. Saya ikhlas kok membantu," ucap Sumiati.
Ibu-ibu di Kelurahan Rawabadak Utara juga menyatakan hal senada. Penerima bantuan bernama Nanik Kusmanto, 56, mengaku sudah menerima bantuan dari Pemprov DKI.
Ia paham masih ada beberapa tetangga yang belum beruntung. Ia menyatakan kesediaannya berbagi bantuan dengan tetangga. "Saya akan bagi dengan sebelah rumah pak yang belum mendapatkan bantuan," katanya. (OL-09)
Dukungan sosial yang komprehensif sangat penting untuk pemulihan jangka panjang para penyintas bencana.
Jaya Negara juga menjelaskan, keterlambatan penyaluran bantuan disebabkan oleh proses verifikasi yang harus dilakukan secara teliti oleh tim BPBD Denpasar bersama Inspektorat.
Badan Amil Zakat Nasional melalui program Bank Makanan telah mendistribusikan 6.000 porsi Sajian Berkah Bergizi untuk para penyintas bencana tanah longsor Banjarnegara, Jawa Tengah.
Untuk memastikan bantuan sosial (bansos) Kemensos tersalurkan secara tepat sasaran, pemerintah menggunakan indikator penting bernama Desil Kesejahteraan Keluarga
Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 2025 sebagai upaya meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat gejala menarik sepanjang 2025: sekitar 50 ribu keluarga secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial (bansos)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved