Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) memprediksi pada tahun ini Indonesia mengalami El Nino Netral dengan tingkat kekeringan pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan normalnya.
Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari menjelaskan, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau yang sama dengan rata-rata atau normalnya.
Namun, ada beberapa daerah yang diprediksi lebih kering dari rata-rata.
"Terdapat sebagain daerah atau sekitar 30% yang diprediksi akan lebih kering dari rata-rata. Jadi yang disampaikan oleh Kepala BMKG adalah perlu kewaspadaan pada daerah yang curah hujannya diprediksi akan lebih kering dari rata-rata," kata Indra saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (25/4).
Baca juga: Kepala BMKG Ingatkan Indonesia Alami El Nino Netral Tahun ini
Adapun wilayah yang perlu diwaspadai akan lebih kering dari normal meliputi Aceh bagian utara, tengah dan selatan, Sumatera Utara bagian selatan, Riau bagian utara, Sumatera Selatan bagian Selatan, Lampung bagian utara dan timur, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah dan utara, DIY bagian timur, sebagian Jawa Timur, Bali bagian selatan dan timur, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, Kalimantan Timur bagian timur dan selatan, sebagian Kalimantan Selatan bagian selatan, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, dan Maluku bagian barat dan selatan.
Baca juga: Kepala BPPT Prediksi Karhutla di Riau Berpeluang Besar Berulang
Musim kemarau di Indonesia dimulai secara bertahap dari April hingga Juli 2020, dan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah diperkirakan terjadi pada Agustus 2020.
"Jika dibandingkan dengan musim kemarau 2019, kondisi kering di musim kemarau tahun ini diprediksi tidak akan sekering tahun lalu," imbuhnya.
Indra menjelaskan, cuaca dan iklim termasuk musim kemarau di Indonesia akan dipengaruhi oleh sejumlah dinamika. Hingga April 2020, pemantauan BMKG terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan kondisi ENSO netral, belum ada indikasi El Nino maupun La Nina. Kondisi netral ini diprediksi akan bertahan hingga Agustus 2020. Walaupun, terdapat peluang meskipun kecil atau sekitar 30%, untuk terjadinya La Nina pada kuartal akhir tahun 2020.
Demikian juga dengan dinamika iklim di Samudera Hindia (Dipole Mode) menunjukkan kondisi netral, dan diprediksi masih netral hingga Mei 2020. Terdapat peluang meskipun kecil, sekitar kurang dari 20 % kemungkinan terjadi Dipole Mode Negatif mulai Juli 2020.
Di samping itu, faktor lain seperti monsun, suhu muka laut perairan Indonesia, dan MJO juga turut memengaruhi cuaca, iklim, termasuk musim kemarau di Indonesia. (X-15
Selain hujan, angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
KEPALA BMKG periode 2017-2025 Dwikorita Karnawati menilai langkah pemerintah dalam menangani dan mengendalikan cuaca ekstrem saat ini sudah berada di jalur yang tepat.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
BMKG tetapkan status AWAS cuaca ekstrem di Jakarta Jumat, 23 Januari 2026. Waspada hujan sangat lebat, kilat, dan angin kencang. Cek detail wilayahnya di sini.
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved