Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH banyaknya umat Islam khususnya kalangan Jemaah Tabligh (JT) yang masih datang berkelompok dari masjid ke masjid hingga positif terpapar virus korona jenis baru (covid-19) membuat prihatin sejumlah pihak.
"Saya melihat teman-teman JT dari masjid ke masjid masih bergerombol. Sebaiknya, patuhi fatwa MUI dan taati ketentuan pemerintah dalam menghadapi dan menangkal wabah covid-19," kata Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis menjawab Media Indonesia, Minggu petang (19/4).
Dia mengatakan itu terkait adanya sejumlah anggota JT yang diketahui positif covid-19 di salah satu mesjid di Jakarta.
Baca juga:Positif Covid-19, 24 Jemaah Al Muttaqien Dirawat di Wisma Atlet
Cholil Nafis yang juga juru bicara Satgas Covid-19 MUI Pusat mengutarakan, MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 yang di antaranya meminta umat Islam untuk beribadah di rumah dan menggantikan Salat Jumat dengan salat zuhur di rumah.
Karena itu, ia mengingatkan seiring diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) umat Islam menghindari tempat rawan dan kerumunan.
"Apalagi pemerintah telah menerapkan PSBB maka kita hindari kerumunan. Ini bukan berarti dilarang ke masjid. Boleh tetap ke masjid namun jangan berkerumun. Masjid boleh beraktivitas untuk satu atau dua orang melakukan azan dan tarhib," cetus dosen UIN Jakarta ini. (Bay/A-3)
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved