Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Psikologi Politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Hamdi Muluk MSi mengatakan bahwa dalam menghadapi pandemi covid-19 ini, maka solidaritas dan kesadaran bersama bisa dikuatkan dengan memanfaatkan modal sosial bangsa yang kuat.
Dia menjelaskan bahwa bangsa ini mempunyai modal sosial yang kuat, seperti gotong royong, dapat dimanfaatkan dalam membantu ekonomi sesama warga bangsa.
"Kalau ada orang-orang di kompleks atau kampung kita, dan kita tahu dia sistem kerjanya harian dan secara ekonomi dia terkena dampak dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) itu, lalu tidak bisa kerja. Masyarakat tentu bergotong royong bikin sumbangan, kirim sembako agar kebutuhan ekonominya tetap berjalan," kata Hamdi di Jakarta, Kamis (9/4).
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa dalam perspektif ketahanan nasional, ancaman pandemi seperti covid-19 ini menunjukkan bahwa kestabilan ekonomi menjadi paling vital bagi masyarakat dan negara, karena ketika ekonomi terguncang negara bisa runtuh, akibatnya orang tidak bisa makan.
"Kalau misalnya pandemi ini berkelanjutan, lalu ekonomi lumpuh apakah masyarakat masih bisa makan atau tidak, itu yang perlu jadi perhatian bersama. Bahkan Presiden mengatakan kepada jajarannya ‘coba cek stok pangan’ karena kalau asumsinya misalnya petani tidak bisa menanam juga, distribusi tidak bisa jalan, apakah orang masih bisa makan dalam dua-tiga bulan ke depan. Itu harus dipastikan dan telah menjadi perhatian pemerintah," katanya lagi.
Baca juga: Pakar Virologi: Garda Depan Tangani Covid-19 bukan Tenaga Medis
Prof Hamdi mengungkapkan bahwa dengan situasi saat ini yang mana aktivitas normal berhenti, yang berarti tidak ada penghasilan, tidak ada tabungan, tidak ada uang beredar di tengah masyarakat. Karenanya, paling tidak pemerintah saat ini tengah terus berusaha agar nantinya orang tidak kelaparan dulu.
"Kalau pun sekarang ada juga yang teriak-teriak untuk lockdown, dengan menghentikan semua aktivitas dan menutup semua hal yang memungkinkan agar virusnya tidak menyebar dan meluas. Tetapi tetap saja, kebutuhan vital harus tetap berjalan. kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti listrik, air, pangan, dan energi jangan sampai lumpuh," ujarnya.
Kepala Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia itu menyatakan bahwa harus tetap ada orang yang beraktivitas untuk menjaga agar kebutuhan pangan, seperti sembako itu tetap ada. Kalau pun sekarang konsep PSBB itu nanti dijalankan, maka sektor-sektor tadi tidak boleh berhenti.
"Karena kalau kita bayangkan ada perang lalu negara itu lumpuh tidak bisa makan, jika diserang tentu bisa takluk negara itu. Makanya doktrinnya sekarang adalah bahwa ancaman negara tidak hanya bentuk fisik perang, itu yang disebut konsep pertahanan negara modern," katanya.
Prof Hamdi berharap bahwa kepala negara maupun pejabat-pejabat pemerintah tentunya harus punya pemahaman yang sama bahwa masalah covid-19 ini adalah sebuah krisis, sehingga semua rakyat Indonesia harus bahu membahu, mengatasi ancaman pandemik ini.
Karena di dalam sistem pertahanan semesta, maka setiap unsur bangsa harus turut serta dilibatkan dalam perang semesta melawan pandemik ini.
"Jadi tidak boleh misalnya ada masyarakat yang secara sengaja, misalnya melemahkan usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk memerangi covid-19 ini secara maksimal, tidak boleh ada yang menghalang-halangi usaha ini. Jadi harus mengikuti imbauan pemerintah, misalnya untuk tetap diam di rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak," ujar Prof Hamdi pula. (OL-15)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved