Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Covid-19 di RI: 1.790 Positif, 9,5% Meninggal dan 6,25% Sembuh

Dhika kusuma winata
02/4/2020 16:46
Covid-19 di RI: 1.790 Positif, 9,5% Meninggal dan 6,25% Sembuh
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto( ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah pasien korona yang sembuh di Indonesia terus bertambah mencapai 112 orang, sedangkan kasus positif menjadi 1.790 orang per 2 April 2020.

"Ada penambahan kasus konfirmasi positif yang baru sebanyak 113 kasus. Sehingga total menjadi 1.790 kasus positif," ungkap juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (2/4).

Dibanding sehari sebelumnya, jumlah pasien sembuh bertambah sebanyak sembilan orang. Sementara itu, pasien yang meninggal dunia bertambah 13 kasus sehingga kini totalnya mencapai 170 orang.

Dari data kasus positif, sudah 32 provinsi di Indonesia yang telah terpapar virus korona. Rinciannya yaitu Provinsi Aceh sebanyak 5 kasus, Bali 25 kasus, Banten 164 kasus, Bangka Belitung dua kasus, Bengkulu 1 kasus, Yogyakarta 27 kasus, DKI Jakarta 897 kasus.

Selanjutnya di Jambi 2 kasus, Jawa Barat 223 kasus, Jawa Tengah 104 kasus, Jawa Timur 104 kasus, Kalimantan Barat 10 kasus, Kalimantan Timur 21 kasus, Kalimantan Tengah 9 kasus, Kalimantan Selatan 8 kasus, dan Kalimantan Utara 2 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 7 kasus, NTB 6 kasus, Sumatra Selatan 11 kasus, Sumatra Barat 8 kasus, Sulawesi Utara 3 kasus, Sumatra Utara 22 kasus, dan Sulawesi Tenggara 3 kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 66 kasus, Sulawesi Tengah 2 kasus, Lampung 8 kasus, Riau 7 kasus, Maluku Utara 1 kasus, Maluku 1 kasus, Papua Barat 2 kasus, Papua 10 kasus, dan Sulawesi Barat 1 kasus.

Dalam upaya percepatan penanganan covid-19, pemerintah mengajak masyarakat memutus rantai penularan dengan menerapkan aturan yang telah sesuai protokol kesehatan, physical distancing, social distancing dan work form home.

"Untuk itu penting bagi kita untuk memutus mata rantai penularan. Karena itu pentingnya tetap menjaga jarak baik di dalam maupun di luar rumah, hindari keramaian, kerumunan dan rajin mencuci tangan," ujar Yurianto. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik