Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH sudah menyiapkan sekitar 10.000 alat pelindung diri (APD) dan lebih dari 150.000 masker untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan terkait dengan penanganan kasus covid-19. Alat- kesehatan itu akan didistribusikan ke dinas-dinas kesehatan provinsi untuk kebutuhan rumah sakit yang menangani pasien korona.
"APD sudah kita dapat 10.000 lebih dan masker lebih dari 150.000 serta sarung tangan dan sebagainya. Posisi logsitik kita cukup dan para pelaksana di rumah sakit silakan untuk mengakses melalui dinas kesehatan provinsi," kata Yurianto di kantor BNPB, Jakarta, Jumat (20/3).
Pemerintah juga menyiapkan 1 juta test kit massal untuk melakukan penapisan dini covid-19. Test kit ditargetkan untuk orang-orang yang pernah berkontak dekat dengan pasien positif.
"Pemeriksaan terhadap populasi berisiko yakni orang yang pernah kontak dekat dengan pasien positif. Kisarannya pada angka 600-700 ribu orang. Pemerintah akan menyediakan 1 juta test kit untuk pemeriksaan massal ini," kata Yurianto.
Yurianto mengatakan tes massal dilakukan melalui analisis risiko dan tidak semua orang diperiksa. Tes massal diprioritaskan pada lingkungan yang terdapat kasus positif.
"Apabila ada seseorang dirawat dengan konfirmasi kasus positif, kami lacak 14 hari riwayatnya. Apabila dia di rumah, seluruh rumah akan diperiksa. Bila di kantor, maka seluruh orang di kantor akan kami periksa," jelasnya.
Tes massal atau metode rapid test tersebut, ucap Yurianto, berbeda dengan pemeriksaan dengan polymerase chain reaction (PCR) yang menggunakan sampel swab. Pemeriksaan dengan metode rapid test dilakukan dengan sampel darah (imunoglobulin). Tujuannya, untuk menemukan kasus-kasus yang berpotensi positif. Hasil rapid test yang positif akan ditindaklanjuti dengan tes PCR untuk akurasi hasil yang lebih tinggi.
"Pemeriksaan massal dengan (tes) darah, kemudian dalam waktu kurang dari 2 menit maka akan bisa kita selesaikan hasilnya. Tentunya sesivitasnya berbeda dengan PCR," terang Yurianto.
"Jika didapatkan positif dari rapid tes, kami akan mensosialisasikan untuk isolasi mandiri, menjaga jarak dengan anggota keluarga. Jika hasil rapid tes positif dan lalu tes PCR juga positif serta menunjukan gejala berat, maka akan dilakukan perawatan di rumah sakit," imbuhnya.
Dia menambahkan kit untuk tes massal tersebut masuk secara bertahap. Hari ini, pemerintah sudah menerima 2.000 kit untuk pemeriksaan secara cepat. Besok, diperkirakan akan ada 2.000 kit lagi yang diterima. Sekitar 100.000 kit akan masuk pada hari berikutnya. Sisanya juga akan masuk secara bertahap.(OL-4)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved