Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
ATLET mixed martial arts (MMA) atau tarung bebas jarak dekat, Cat Zingano, berpose di Instagram setelah melepas implan payudara.
Dia juga mengungkapkan alasan menjalani operasi eksplan implan payudara karena breast implant illness (BII).
Awalnya, dia tidak mempercayai implan payudara yang dia lakukan bisa berisiko. "Saya sakit, sangat sakit, tanpa penjelasan. Saya pergi ke @drlujeanfeng dan bertemu pria dan wanita yang menderita toksisitas implan yang sama. Beberapa telah implan beberapa dekade, beberapa telah implan selama berbulan-bulan."
Petarung Amerika itu menjalani operasi implan pada 2008. Dan setelah menjalani operasi eksplan, ia telah melihat peningkatan langsung dalam kesehatannya.
Baca juga: Apakah Operasi Memperbesar Payudara Bantu Kepuasan Seks?
"Saya merasa jauh lebih baik sejak eksplan. Saya telah melihat secara langsung betapa buruknya hal itu. Saya masih merehabilitasi paru-paru, tulang rusuk, sistem endokrin, otot, dan beberapa masalah lainnya. Namun, orang-orang dekat saya dan saya semua bisa sepakat bahwa saya melakukan jauh lebih baik daripada yang mereka lihat dalam waktu yang lama," paparnya.
"Pelatihan saya telah meningkat 10 kali lipat dan saya merasakan peningkatan secara keseluruhan secara keseluruhan. Saya memberi tahu ada begitu banyak pemulihan yang akan datang juga."
Baca juga: Berharap Trastuzumab untuk Pasien Kanker Payudara
Berdasarkan penjelansan Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat dalam laman https://www.fda.gov, BII adalah gejala sistemik dampak implan payudara seperti kelelahan, kehilangan ingatan, ruam, 'kabut otak' (brain fog), dan nyeri sendi. Gejala-gejala ini dan apa yang menyebabkannya kurang dipahami. Dan dalam beberapa kasus, pengangkatan implan payudara tanpa penggantian dapat membalikkan gejala penyakit implan payudara. (X-15)
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved