Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
JEMAAH haji Indonesia pada 2020 akan dibekali kartu debit untuk membiyaai kehidupan sehari-hari. Sehingga jemaah tidak lagi diberikan uang tunai.
"Mulai tahun ini, kita lakukan, kita siapkan bimbingan dengan baik, kita treat kepala regu masing-masing, pimpinan kloter yang membantu mereka di lapangan," ujar Menteri Agama Fachrul Razi di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa (18/2).
Baca juga: Sertifikasi Halal tidak cuma di MUI, Menag Ingin Cepat dan Murah
Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya jemaah haji Indonesia cenderung boros ketika diberikan uang dalam bentuk tunai. Tidak dipungkiri adanya pemikiran untuk menghabiskan uang itu.
Baca juga: Kemenag Akan Membina Pendakwah dan Beri Sertifikat
"Kalau dikasih dalam bentuk debit, mungkin akan dipakai secukupnya, dan mereka (jemaah haji) bangga pulang masih ada isinya," tuturnya.
Selain itu, sambung dia, kartu itu juga berfungsi sebagai kartu identitas jemaah. "Dengan itu (kartu debit) mudah-mudahan akan jadi lebih baik," pungkasnya.
Baca juga: Kemenag Cari Perusahaan Lokal untuk Katering Haji
Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menjamin pelayanan untuk jemaah haji bakal lebih baik. Servis terus ditingkatkan tanpa penambahan biaya. "Sebagai contoh makan dulu di Mekkah 40 kali, sekarang kita jadikan 50 kali," kata Fachrul. (X-15)
Kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas. Kemenag mengajak generasi muda untuk menambah pemahaman terkait halal.
Simak panduan lengkap Salat Khusuf Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026. Lengkap dengan niat, tata cara dua kali rukuk, dan imbauan Kemenag RI.
UNGGAHAN di media sosial menarasikan bahwa Menteri Agama RI Nasaruddin Umar akan memaksimalkan zakat dan wakaf untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak benar atau hoaks
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H
Santri tidak hanya dituntut untuk tafaqquh fiddin juga memahami dan menguasai ilmu ketatanegaraan serta kebangsaan agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.
Program diawali dengan pemetaan kompetensi untuk mengukur kemampuan pedagogik dan kemahiran bahasa Inggris guru MTs dan MA, serta pelaksanaan program percontohan pelatihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved