Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali mengungkapkan mendaftar sebagai calon jemaah haji bisa dilakukan sejak bayi. Hal itu guna mencegah semakin lamanya masa tunggu keberangkatan.
"Bayi lahir daftar enggak apa-apa. Karena nanti pas dia baligh, ia sudah jadi milenial dan berkesempatan naik haji," kata Nizar saat berbincang di Kantor Kementerian Agama Pusat, Jalan Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (10/2).
Nizar mengatakan langkah itu guna memudahkan kaum milenial menunaikan rukun Islam kelima itu. Sebelumnya, ada aturan daftar haji minimal berusia 12 tahun.
Baca juga: Kemenag Cari Perusahaan Lokal untuk Katering Haji
Aturan ini dirasa kurang tepat. Pasalnya jeda waktu menunggu keberangkatan pun hampir 20 tahun.
"Lah umur 12, kalau masa tunggu 19 tahun berarti kan sudah 31 tahun," ujar Nizar.
Nizar mengungkapkan, masa tunggu keberangkatan haji yang membuat cemas masyarakat sejatinya bisa diatasi dengan penambahan kuota. Indonesia kini tengah mengupayakan penambahan sebesar 10 ribu kuota.
Namun lagi-lagi penambahan kuota harus menunggu restu dari pemerintah Arab Saudi.
"Karena ini rumus yang disepakati oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI), jadi 1.000 orang Islam itu kuotanya satu orang," ucap Nizar. (OL-1)
Kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas. Kemenag mengajak generasi muda untuk menambah pemahaman terkait halal.
Simak panduan lengkap Salat Khusuf Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026. Lengkap dengan niat, tata cara dua kali rukuk, dan imbauan Kemenag RI.
UNGGAHAN di media sosial menarasikan bahwa Menteri Agama RI Nasaruddin Umar akan memaksimalkan zakat dan wakaf untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak benar atau hoaks
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H
Santri tidak hanya dituntut untuk tafaqquh fiddin juga memahami dan menguasai ilmu ketatanegaraan serta kebangsaan agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.
Program diawali dengan pemetaan kompetensi untuk mengukur kemampuan pedagogik dan kemahiran bahasa Inggris guru MTs dan MA, serta pelaksanaan program percontohan pelatihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved