Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPANJANG Januari 2020, telah terjadi 1.358 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang tersebar di sejumlah daerah di Tanah Air dengan korban jiwa meninggal dunia sebanyak 12 orang.
Angka ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan periode sama pada 2019 yang mencapai 27.344 kasus dengan 236 kematian dari 11 provinsi di 78 kabupaten/kota. Meski begitu, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah agar tidak semakin banyak warga yang terjangkit penyakit DBD.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat untuk tetap waspada. "Lakukan pencegaha. Jangan lupa membersihkan rumah dari sarang nyamuk, seperti dispenser, bekas penampungan air, dan jaga kesehatan," ucapnya di Jakarta, Senin (27/1).
Hingga saat ini, kata Siti Nadia, sedikitnya 11 daerah yang telah melaporkan temuan kasus DBD, antara lain Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, Banten, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). "NTT kini sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD setelah ditemukan 211 kasus dengan korban meninggal 2 orang," katanya.
Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sebanyak 116 warga dirawat di rumah sakit dan seorang meninggal akibat DBD. Karena itu, Dinas Kesehatan Temanggung telah menetapkan status KLB DBD di empat kecamatan, yakni Parakan, Temanggung, Kedu, dan Kandangan.
"Kami sudah melakukan fogging atau pengasapan pada enam titik lokasi KLB DBD di empat kecamatan itu," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Temanggung, Sukamsih.
Sementara itu, di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, sudah ada lima kasus DBD. Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Bangka, Nora Sukma, mengatakan pencegahan DBD sangat bergantung dengan kebiasaan dari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. (Aiw/RF/TS/H-2)
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved