Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA mahasiswa Indoneia, yaitu Febri Aji Prasetyo dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur dan Elsa Nurtjahja dari Universitas Pelita Harapan akan mewakili Indonesia di ajang Asia Young Designer of the Year bersaing dengan pemuda dari 14 negara lain.
Keduanya mendapat tiket mewakili Indonesia setelah memenangi Asia Ypung Designer Awards (AYDA) Indonesia 2019/2020 yang berakhir pada Jumat (17/1). AYDA merupakan kpmpetisi desain mahasiswa arsitektur dan desain interior yang digelar Nippon Paint.
Pada edisi ke-7 AYDA kali ini, tema yang diangkat ialah Forward; A Sustainable Future yang mengarahkan para peserta untuk memiliki kemampuan menjawab berbagai tantangan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan sekitar.
Desain yang ditawarkan Febri dan Elsa dinilai dewan juri merefleksikan masa depan yang berkelanjutan, namun tidak melupakan nilai budaya dan unsur ramah lingkungan.
Febri yang merupakan pemenang kategori Arsitektur mengatakan, kompetisi AYDA Indonesia membuatnya bisa mendapatkan ilmu, inspirasi, dan pengalaman yang luar biasa.
Baca juga : Stadion Kayu Pertama di Dunia Bakal Dibangun di Inggris
"Saya berharap setelah mengikuti kompetisi bergengsi ini, saya dapat memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat Indonesia di masa mendatang," katanya dalam keterangan tertulis.
Selain mewakili Indonesia di AYDA 2020, Febri dan Elsa juga mendapatkan kesempatan magang di perusahaan arsitek dan desain interior ternama dan beasiswa senilai 10 ribu dolar AS di Harvard Graduate School of Design di Amerika Serikat.
Sibarani Sofian, Juri AYDA Indonesia 2019/20 dan pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Negara mengatakan, dalam mengembangkan industri arsitektur dan desain interior saat ini, penting bagi para desainer muda untuk memiliki skill yang lebih menyeluruh, dimulai dari kemampuan sketching, menguasai teknologi, dan memahami material, sosial, ekonomi, budaya.
"Beruntung bagi para peserta AYDA yang diberikan serangkaian aktivitas dengan konsep ‘Nurturing through Mentoring’, sehingga mereka dapat memperoleh coaching langsung oleh para praktisi. Dengan konsep tersebut mereka disiapkan untuk dapat menguasai berbagai kemampuan sebelum akhirnya dapat merancang secara cermat dan komprehensif," ujarnya.
CEO (Decorative Paints) Nippon Paint Indonesia Jon Tan mengatakan, ajang AYDA merupakan upaya pihaknya menciptakan generasi muda Indonesia yang mampu menjawab berbagai tantangan lingkungan alam, sosial, persaingan global, dengan meningkatkan keterampilan hard skill maupun soft skill, sehingga mampu menghasilkan karya-karya nyata bagi masyarakat.
“Melalui AYDA, Nippon Paint akan terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan industri kreatif Arsitektur dan Desain Interior di Indonesia. Dengan harapan ke depannya para peserta AYDA dapat memberikan kontribusi nyata terhadap Negara Republik Indonesia” tutup Jon Tan. (RO/OL-7)
Rektor Suharyadi menyampaikan semester genap ini permulaan bernuansa semangat bagi mahasiswa UNDIRA
Imam aktif bekerja di sektor keberlanjutan sebagai Sustainability & Communication Specialist di industri daur ulang sampah plastik.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Bank Woori Saudara melalui Kantor Cabang Subang menggelar kegiatan edukasi keuangan bagi mahasiswa Universitas Mandiri Subang pada Februari 2026.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved