Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERLAMBATAN penyaluran program bantuan operasional sekolah (BOS) masih sering terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air. Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menilai, perlu dilakukan evaluasi penyaluran dana BOS ke daerah, sebab sejak program itu dijalankan pada 2006, tidak meningkatkan mutu pendidikan maupun akreditasi penjaminan mutu (APM).
Evaluasi ini pun sebaiknya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) karena pelaksananya adalah pemerintah daerah.
“Kan kacau sekali mutunya (pendidikan), tapi anggarannya jalan terus. Banyak sekolah tidak sesuai kebutuhan (antara jumlah siswa dan kebutuhan). Siswa banyak kebanyakan anggaran ketinggian jadi banyak manipulasi dan korupsi, (sekolah) yang siswa sedikit malah kurang,” ujar Indra saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (8/1).
Selain itu, menurutnya, masalah keterlambatan penyaluran dana BOS biasanya disebabkan karena dana tersebut digunakan untuk kebutuhan Pemda terlebih dahulu.
“Kalau terlambat kan biasanya karena nyangkut di Pemda. Sudah sering terjadi kok,” katanya.
Indra pun menilai, mekanisme penyaluran dana BOS sebaiknya tidak rutin seperti sekarang ini dan bukan dihitung berdasarkan jumlah peserta didik/siswa tetapi berdasarkan kebutuhan sekolah.
“(Jumlah dana) bisa diatur oleh pemerintah, minimal sudah tahu overheadnya,” tuturnya. (OL-8)
Abidin juga meminta Kemenag segera membenahi validitas data guru madrasah, baik melalui mekanisme PPPK, ASN, maupun inpassing.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved