Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMNTERIAN Sosial (Kemensos) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi sejalan dengan kemungkinan bencana yang masih berlanjut. Salah satunya mendirikan posko induk bencana di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur.
Mengutip prakiraan Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan, pendirian posko induk salah satunya didasarkan pertimbangan bahwa curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga bulan depan.
Juliari mengungkapkan, posko induk didirikan untuk mempermudah penyaluran bantuan logistik apabila bencana hidrometeorologi kembali melanda.
“Di sana, kita siapkan beberapa truk, sehingga bila sewaktu-waktu bantuan logistik dibutuhkan langsung bisa didistribusikan. Elemen masyarakat, swasta, dan LSM yang mau mengirimkan bantuan namun tidak tahu titik-titik posko bantuan, nanti bisa diinformasikan secara terbuka. Juga kan disiapkan beberapa truk yang bisa mengirimkan logistik ke titik bantuan,” kata Juliari dalam keterangan resmi, Rabu (8/1).
Juliari menyatakan, pendirian posko juga merupakan bagian dari kesiagaan Kemensos dalam penanganan sejumlah kawasan yang terdampak bencana, yang masih membutuhkan bantuan.
Selain melakukan langkah antisipasi, Kemensos juga menyiapkan santunan untuk ahli waris, sebesar Rp15 juta per jiwa.
“Data terakhir, korban meninggal dunia sebanyak 67 orang. Sebagian sudah kami salurkan santunan ahli waris. Kami juga sedang menyiapkan untuk 26 korban meninggal lainnya, kemungkinan besok akan didistribusikan,” kata Juliari.
Dirinya juga menginstruksikan kepada Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat untuk memastikan kesiapan logistik, termasuk bila ada kebutuhan yang perlu dibeli.
“Saya sudah periksa gudang minggu lalu. Ada beberapa kebutuhan yang perlu diadakan di tahun 2020. Tidak banyak. Saya kira segera dieksekusi saja. Prinsipnya, agar kita siap dalam memasok kebutuhan logistik,” imbuhnya.
Meski demikian, Juliari memastikan, secara umum ketersedian logistik bantuan di gudang Kemensos, masih cukup.
Dirinya menjabarkan, bantuan logistik seperti makanan siap saji aman posisinya masih ratusan ribu. Cadangan beras reguler masih 350 ton, selimut masih puluhan ribu, mi instan hampir 2 juta.
“Kemudian yang lain-lain seperti tenda-tenda juga masih cukup,” tambahnya.
Saat ini, Kemensos juga masih terus menyalurkan bantuan ke posko-posko bantuan, dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.
Selain itu, Juliari juga menginstruksikan agar Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, untuk melihat kembali apakah di kawasan rawan bencana sudah semua ya masuk Kawasan Siaga Bencana (KSB).
“Kalau belum, sebaiknya dibentuk saja KSB-nya. Karena kan KSB ini merupakan pencegahan yang berbasis masyarakat berbasis komunitas. Mereka adalah SDM yang well-trained,” katanya. (Ata/OL-09)
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
KEMENTERIAN Sosial menyalurkan bantuan logistik sekaligus melakukan pendataan korban terdampak bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga terdampak bencana. Bantuan ini disalurkan melalui Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD dan Pemda terus mempercepat upaya distribusi bufferstock logistik,
SEKRETARIS Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan penerima BLT kesra sudah 85 persen dari target, sedangkan Menko Airlangga mengatakan sudah 26,2 juta orang menerima bantuan itu dari 35 juta
Kementerian Sosial memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved