Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 3.768 bencana telah terjadi di berbagai daerah Indonesia pada tahun 2019. Hal tersebut berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Meski total bencana menunjukkan peningkatan sebesar 12% dari tahun sebelumnya, namun korban meninggal dunia mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 89,2% menjadi 478 orang.
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai kondisi ini disebabkan oleh tiga hal, yakni adanya sifat gotong royong yang tinggi pada masyarakat, kesiapan teknis yang baik dan terjadi koordinasi yang baik antara BNPB dengan masyarakat.
"Koordinasi yang baik antara BNPB dan masyarakat menjadi kunci di samping kesiapan teknis dan sifat masyarakat yang gotong royong. Memang kesiapan dari tiga kunci itu yang menyebabkan tahun 2019 evaluasinya (jumlah korban) menurun meski bencananya lebih banyak,” ujar Trubus saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (31/12).
Di samping itu, sosialisasi yang dilakukan secara terus menerus turut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bencana. Saat ini, sudah semakin banyak lokasi yang menyediakan jalur evakuasi seperti di pantai, gedung-gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan lain-lain.
Baca juga: Masyarakat Diimbau Waspada Bencana
Trubus memandang upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini sudah cukup baik, tetapi optimalisasi layanan dan perlindungan terhadap wilayah yang berpotensi bencana perlu ditingkatkan. Pemerintah juga perlu mengantisipasi wilayah yang belum pernah terjadi bencana, namun memiliki potensi. Sebab, tingkat kesadaran dan antisipasi masyarakat di daerah yang belum pernah terkena bencana biasanya lebih rendah dibandingkan yang sudah pernah.
“Wilayah-wilayah (berpotensi) ini kan BNPB sudah punya datanya. Itu perlu dimapping secara fisik maupun sosialnya jadi nanti masyarakat diberikan sosialisasi pengetahuan yang cukup memadai,” ungkapnya.
Trubus juga berpendapat perlu adanya peningkatan jumlah anggaran bencana dan transparansi anggaran. Dia menuturkan, sampai saat ini, masih banyak terjadi penyimpangan anggaran untuk bencana meski dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tepatnya pada Pasal 2 ayat 2 telah dicantumkan pelaku korupsi pada waktu terjadi bencana alam nasional dapat diancam hukuman mati.
Selanjutnya, sinkronasi antara kebijakan BNPB dan BPBD juga perlu ditingkatkan. Menurut Trubus, selama ini sering terjadi perbedaan antara pusat dan daerah.
“Jalur-jalur kebijakan perlu dipersingkat, tidak perlu terlalu rumit,” imbuhnya.
Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Trubus, aspek pra bencana juga masih perlu ditingkatkan terutama untuk menghadapi bencana besar yang tidak terduga seperti gempa, tsunami dan gunung meletus.
“Aspek pra bencana harusnya kesiapan dari pemerintah, kebijakan, anggaran, infrastruktur itu harus benar-benar dipersiapkan. Teknologi yang kita punya belum secanggih negara Jepang, pemerintah perlu menganggarkan untuk itu,” pungkasnya.(OL-5)
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, pada Selasa pukul 00.40 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Ilmuwan Kyoto University temukan mekanisme unik bagaimana aktivitas matahari memengaruhi kerak bumi melalui ionosfer. Mungkinkah badai matahari memicu gempa?
Gempa bumi tektonik yang terjadi pada Senin dini hari pukul 01.57.46 WITA di wilayah utara Sabah, Malaysia, dipastikan tidak berpotensi tsunami bagi Kalimantan Utara.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan dilakukan baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat.
Hngga kini, banjirasih mengenangi lima kecamatan di Kabupaten Lamongan. Antara loan, Kecamatan Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan dengan optimal.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved