Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, pada 2019 merupakan tahun dengan jumlah cuaca ekstrem paling sedikit selama lima tahun terakhir. Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada dan mulai beradaptasi membiasakan kondisi ekstrem ini menjadi sesuatu yang normal.
"Normalitas ke depan adalah ekstrimitas masa lalu sehingga poinnya di situlah pentingnya mitigasi bencana dan BNPB berperan di sini," tutur Dwikorita, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/12).
Secara umum, kata dia, kondisi iklim di Indonesia sangat dipengaruhi oleh suhu muka air laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan di Samudera Hindia khususnya di sebelah barat daya Sumatera. Dwikorita menjelaskan, tahun ini terjadi musim kemarau berkepanjangan akibat adanya perbedaan yang signifikan antara suhu muka air laut Samudera Hindia di sebelah timur Afrika dengan suhu muka air laut Samudera Hindia di sebelah barat daya Sumatera.
"Akibatnya proses pembentukan uap air yang membentuk awan-awan hujan juga menjadi sulit dan sangat terbatas," tuturnya.
Pada tahun depan BMKG memprediksi kondisi El Nino cenderung netral atau tidak terjadi El Nino hingga Juni 2020. Selain itu, tidak terdapat indikasi akan munculnya fenomena perbedaan suhu muka air laut, sehingga diperkirakan hingga Juni mendatang suhu normal cenderung hangat.
"Artinya tidak diprediksi akan menjadi musim kemarau yang berkepanjangan seperti tahun lalu," tuturnya.
Dwikorita menambahkan, awal musim hujan mulai mundur secara bertahap di akhir 2019 atau pada November. Tahun depan curah hujan akan semakin meningkat menjadi lebih tinggi mulai Januari hingga Maret 2020.
Peningkatan ini terjadi secara bertahap mulai dari bagian selatan Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara, Kalimantan Tengah, Sulawesi dan Papua.
"Jadi sampai tahun baru nanti masih hujan dan bahkan semakin meningkat puncaknya di bulan Februari dan Maret," ungkapnya.
Meski curah hujan diperkirakan semakin tinggi pada Januari hingga Maret, wilayah Aceh dan Riau perlu waspada terhadap kemarau yang dapat menimbupkan kekeringan dan kebakaran lahan pada Februari dan Maret.
Secara umum musim kemarau 2020 diperkirakan dimulai pada April sampai Oktober secara bertahap di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Nusa Teggara.
"Rekomendasi yang penting untuk meminimalkan dampak musim kemarau, dihimbau semua pihak untuk memaksimalkan kapasitas waduk embung untuk penyimpananan cadangan air. Hal tersebut bisa dilakukan pada puncak musim hujan yang diprediksi Februari sampai Maret," himbaunya.
Meski ada peringatan dini cuaca ekstrem, Dwikorita menghimbau masyarakat untuk waspada namun tidak panik dan tidak menjadikan hal ini sebagai hambatan.
"(Peringatan dini) jangan menjadikan wisata menjadi terganggu. Dengan mengetahui cuaca justru jadi tahu jenis wisata yang bisa dilakukan kalau saat hujan, kalau tidak hujan wisatanya apa, dan sangat bagus menetapkan mulai jam berapa (berkegiatan) dan perlengkapan apa yang harus disiapkan," tandasnya.(A-1)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 17 Maret 2026 yakni adanya potensi cuaca ekstrem di 29 daerah.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca selama periode mudik 17-23 Maret 2026 yang masih akan diwarnai kombinasi hujan dan suhu panas terik.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat di 12 wilayah Sumatra Barat jelang Lebaran 2026 akibat konvergensi udara. Cek daftar wilayah dan jadwal cuaca.
BMKG memprakirakan cuaca Jakarta hari ini, Selasa (17/3/2026), didominasi berawan. Waspada suhu panas mencapai 35°C di Jakarta Selatan.
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
BMKG Tunggul Wulung Cilacap juga mengingatkan dalam beberapa hari mendatang masih ada potensi hujan di masa mudik Lebaran 2026, sehingga pemudik harus berhati-hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved