Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TERAPI akupunktur telah dikenal sejak 4.000-5.000 tahun lalu sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok. Terapi itu kemudian dikembangkan hingga menjadi bagian dari ilmu kedokteran modern, bahkan menjadi salah satu spesialisasi kedokteran. Manfaatnya beragam, antara lain membantu mengatasi obesitas. Bagaimana cara kerjanya?
Dokter spesialis akupunktur Klinik Sakti Medika, dr Hety SpAk, menjelaskan, akupunktur untuk mengatasi obesitas merupakan teknik terapi dengan perangsangan titik-titik tertentu di permukaan tubuh yang dapat berperan dalam menurunkan berat badan melalui beberapa cara. Yaitu dengan mengatur pusat lapar kenyang di otak sehingga dapat menurunkan nafsu makan, meningkatkan tonus lambung sehingga porsi makan berkurang, serta memperbaiki metabolisme gula dan lemak sehingga penumpukan lemak berkurang.
“Pada kasus obesitas, akupunktur akan mengubah level neurotransmitter di sistem saraf pusat melalui perangsangan saraf perifer (tepi) di titik-titik akupunktur,” ujar dr Hety pada perayaan HUT k3-23 Kinik Sakti Medika, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Susunan saraf pusat yang teraktivasi, lanjutnya, mengeluarkan hormon endorfin, monoamin, dan kortisol yang akan meningkatkan mood, dan memperbaiki regulasi asupan makanan.
Penusukan di area lokal juga menyebabkan vaskularisasi (aliran darah) meningkat. Adapun efek pada pengaturan sistem metaboisme yaitu terjadi peningkatan siklik adenosin monofosfat serta mengaktifkan enzim lipase sehingga meningkatkan liposis (penghancuran lemak).
“Terapi ini harus didukung dengan kepatuhan tinggi untuk menjalani gaya hidup sehat termasuk makan makanan bergizi dan seimbang, minum air putih dua liter sehari, rutin olahraga, serta tidur cukup berkualitas,” kata dr Hety.
Menurutnya, terapi akupunktur yang disertai perubahan gaya hidup merupakan salah satu terapi ideal untuk menormalkan berat badan. “Penurunan berat badan terjadi perlahan-lahan, disertai perubahan poa hidup ke arah yang sehat, sehingga berat badan ideal yang diraih akan stabil,” imbuhnya.
Pada kesempatan sama, Direktur Marketing Klinik Sakti Medika, Elvira Megasari Saragih, menambahkan, akupunktur merupakan terapi yang aman dan efektif dalam menurunkan berat badan dan merampingkan tubuh (body slimming), terlebih jika terapi ini dilakukan oleh dokter spesialis akupunktur.
“Macam tindakan yang dilakukan sangat beragam, kombinasinya ditentukan oleh profil pasien dan kebutuhan sesuai dengan anjuran dokter saat konsultasi. Tidak hanya menggunakan jarum, akupunktur juga dapat dilakukan dengan teknik elektroakupunktur, aquapunktur, tanam benang / tarik benang, dan alat/teknologi modern lainnya,” terangnya. (OL-09)
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved