Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGAGALAN mencapai kesepakatan pada artikel 6 Paris Agreement di konferensi perubahan iklim UNFCCC-COP-25 di Madrid, Spanyol, 2-15 Desember lalu, tidak membuat Indonesia kecewa. Sebaliknya, Indonesia memiliki sejumlah keberhasilan di pertemuan tersebut. "Dari sisi Indonesia tidak terlalu gagal amat karena kita berhasil memasukkan isu osean, menempatkan dua orang di UNFCCC, dan kita sudah punya UU No 16 Tahun 2016 (tentang persetujuan Paris atas konvensi kerangka kerja PBB mengenai perubahan iklim) menurunkan emisi 29% itu," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, di Jakarta, kemarin. Alue berharap COP-26 yang rencananya berlangsung di Glasgow, Inggris, bisa mengambil kesepakatan terkait dengan artikel 6. Meski begitu, Indonesia tetap akan menjalankan pasar karbon domestik. Jadi, jika artikel tersebut ada kesepakatan, Indonesia sudah siap. Ditambahkan dengan masuknya masalah laut itu, saat ini sudah mulai dimasukkan dalam perhitungan Nationally Determined Contributions yang akan dikirimkan ke UNFCCC pada Maret mendatang. (Rin/H-1)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Dalam acara dialog COP26 FACT, Indonesia nantinya akan turut memimpin pertemuan (co-chair) bersama delegasi Inggris.
Indonesia mengapresiasi tawaran Inggris melalui program Investment in Nature and Forests (INAFOR) untuk mendukung Indonesia dalam menurunkan emisi dan deforestasi.
Negara-negara kaya penghasil emisi terbesar dituding mencari cara untuk berkompromi dan tak mau melipatgandakan upaya nyata pada perubahan iklim
Greta menyebut negara kaya justru memanfaatkan forum iklim PBB COP 25 untuk menegosiasikan celah dan menghindari mengambil tindakan nyata atas perubahan iklim
Meski merasa tidak adil karena bukan bagian dari delegasi resmi, Taiwan berharap bisa memberikan masukan bagi perubahan iklim, misalnya bekerja sama menyediakan sistem peringatan dini dll.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved