Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang logistik, PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics melakukan pengangkutan ribuan koleksi ke Museum Nasional yang berasal dari Museum Delft Belanda.
Direktur Utama BGR Logistics M. Kuncoro Wibowo, mengatakan, tugas itu menjadi kebanggaan bagi BGR Logistics karena dipercaya berperan sebagai transporter untuk membawa ribuan koleksi bersejarah tersebut. Kepercayaan tersebut diberikan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Ribuan barang-barang tersebut dibawa dari Belanda sejak 16 November 2019, dan telah tiba di Museum Nasional Jakarta pada 24 Desember 2019. Proses pengiriman tersebut dilakukan dengan menggunakan dua kontainer ukuran 40 feet. Untuk membawa koleksi tersebut, juga dilakukan perlakuan khusus dengan pengaturan suhu ruangan dalam kontainer sebesar 15 derajat Celsius.
Baca Juga: Target Kepesertaan Cakupan Semesta Gagal Dicapai
Setelah ribuan koleksi tersebut sampai di Museum Nasional, pada Jumat (27/12) telah dilakukan pengecekan barang-barang tersebut oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, didampingi Direktur Pengembangan Usaha dan Sistem Informasi BGR LogisticsbTri Wahyundo H, VP Corporate Secretary BGR Logistics Fuad Adi Siswoyo, dan GM Logistics Marketing BGR Logistics Idhi Heru.
“Pekerjaan ini semakin membuktikan kepercayaan stakeholders atas kemampuan BGR Logistics sebagai BUMN jasa logistik di Indonesia,” kata Kuncoro dalam keterangan tertulisnya.
Sebagai informasi, BGR Logistics merupakan BUMN penyedia jasa logistic di Indonesia yang memiliki layanan logistik terintegrasi, mulai dari logistics solution, integrated logistics solution & supply chain, dan waste integrated solution.
Sebagai BUMN yang berdiri sejak 11 April 1977, BGR Logistics juga telah bertransformasi menjadi perusahaan logistik digital (RO/OL-7)
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved