Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meluruskan, 22 Desember memiliki makna bukan hanya sebagai Hari Ibu sebagaimana peringatan Mother’s Day di negara lain. Lebih luas, tanggal tersebut perlu diingat sebagai Hari Perempuan Indonesia.
Hal itu menimbang, pada tanggal 22 Desember 1928, hingga 25 Desember 1928, dalam Kongres Perempuan Indonesia ke-1 di Yogyakarta, para perempuan Indonesia menancapkan tonggak perjuangan untuk merdeka dan bersatu. Melanjutkan Sumpah Pemuda, mereka berikrar agar perempuan mampu mencapai cita-citanya untuk sederajat dengan kaum pria.
Lestari yang akrab disapa Rerie berpandangan Hari Ibu ke-91 menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Meski demikian, perjuangan meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara belum selesai.
"Sudah ada kemajuan, namun belum sepenuhnya berhasil mencapai cita-cita yang dikumandangkan 91 tahun lalu. Karena itu, peringatan Hari Ibu ke-91 merupakan momentum untuk merenungkan peran perempuan dalam memperjuangkan posisi dan kedudukannya yang menggambarkan semangat nasionalisme perempuan berdaya, Indonesia maju, sesuai tema Hari Ibu tahun ini," ujar satu-satunya perempuan yang menjadi pimpinan MPR itu di Jakarta, Minggu (22/12/2019).
Untuk itu, Rerie menilai penting mengembalikan nilai-nilai perjuangan perempuan. Tidak sebatas peran perempuan dalam wilayah budaya secara umum dan domestik secara khusus, melainkan keterlibatan aktif perempuan dalam ekonomi dan politik.
Dia mencermati beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dan pembenahan, antara lain hak dalam rumah tangga, pemberantasan buta huruf, serta kesetaraan dalam memperoleh pendidikan.
"Tidak kalah mendesaknya dan perlu segera direalisasikan ialah hak-hak perempuan dalam perkawinan, pelarangan perkawinan anak di bawah umur, perbaikan gizi, dan kesehatan bagi ibu maupun balita. Juga perlu satu gerakan bersama untuk meniadakan ketimpangan dalam kesejahteraan sosial," tegas perempuan penyintas kanker yang kini aktif pada kegiatan pencegahan kanker, khususnya kanker payudara, melalui Gerakan Sahabat Lestari dan Millenials Goes Pink itu.
baca juga: Rawat dan Perkuat Toleransi
Pada Hari Ibu ini Rerie sekaligus menyampaikan salam dan mengingatkan perempuan di Indonesia.
"Perempuan Indonesia jadilah diri sendiri, memberi arti dan berarti. Perempuan yang menjaga bangsa dan negara, serta berjuang untuk Indonesia Maju," tutupnya. (OL-3)
SETIAP Desember, peringatan 'Hari Ibu' dipersoalkan karena dianggap meneguhkan ibuisme—perempuan direduksi pada peran domestik dan pengabdian tanpa kuasa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Hari Ibu menjadi ruang refleksi atas peran perempuan yang kerap menjadi penopang utama keluarga sekaligus penggerak ekonomi di lingkup paling dasar, yaitu rumah tangga.
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menyuarakan hak-hak perempuan dan kepemimpinan politik yang berdampak di masyarakat
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved