Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) terjangkit demam berdarah dengue (DBD) dan lima diantaranya meninggal sejak awal bulan Juni hingga memasuki awal musim penghujan di November tahun ini.
"Memasuki awal musim penghujan pada November menyebabkan dua orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih perawatan di setiap Puskesmas maupun Rumah Sakit. Akan tetapi, warga yang tidak tertolong berasal dari Kecamatan Cibeureum dan Tawang. Namun, sebelumnya tiga orang positif terjangkit DBD dan nyawanya tidak bisa tertolong lagi," kata Kepala Dinas Kesehatan Uus Supangat, Selasa (26/11).
Uus mengatakan, kasus DBD memasuki awal musim hujan akan mengalami peningkatan dan sekarang ini telah dilakukan beberapa program terutama bagi masyarakat yaitu gerakan satu rumah satu jumantik (Giris) agar menekan jatuhnya korban jiwa yang disebabkan dari serangan nyamuk Aedes Aegypti.
"Kami meminta agar masyarakat harus tetap mewaspadai di awal pergantian musim, meski cuaca terkadang berubah datangnya panas hingga hujan yang bisa menyebabkan menjadi sarang nyamuk. Kesadaran masyarakat harus dilakukan melalui memelihara lingkungan agar tetap bersih, mengajak masyarakat menutup air, dan membersihkan jentik nyamuk di dalam bak," ujarnya.
Menurutnya, untuk endemis DBD di Kota Tasikmalaya selama ini masih tersebar di 10 Kecamatan mulai dari Tawang, Cihideung, Cipedes, Mangkubumi, Indihiang, Cibeureum, Tamansari, Purbaratu, Bungursari, dan Kawalu. Namun, sekarang ini terfokus di Kecamatan Tawang dan Cibeureum karena sudah ada dua orang meninggal dunia. (OL-11)
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved