Senin 04 November 2019, 07:30 WIB

Cakar Elang Perhiasan Manusia Purba

Haufan Hasyim Salengke | Humaniora
Cakar Elang Perhiasan Manusia Purba

MI/Seno
Ilustrasi MI

 

STUDI baru menunjukkan manusia purba Neanderthal menggunakan cakar atau tulang jari cakar elang sebagai liontin dan ornamen.

Hal itu diketahui setelah sejumlah peneliti menemukan tulang jari kaki elang yang berusia 39.000 tahun dalam penggalian di Gua Foradada, tidak jauh dari pantai timur laut Mediterania di Spanyol.

Tanda alat batu pada tulang kemungkinan dibuat ketika seseorang mencabut cakar dari kaki burung elang, menurut arkeolog Antonio Rodriguez-Hidalgo dari Institute of Human Evolution in Africa di Madrid dan rekan-rekannya.

Seperti dilaporkan Science News, tidak ada tanda-tanda sedimen terbakar atau area memasak. Hal itu menunjukkan burung-burung ditangkap hanya untuk diambil cakarnya, bukan sebagai makanan.

Para peneliti menemukan total 12 tulang elang imperial dan burung pemangsa lainnya, yang termasuk tujuh tulang jari kaki dan satu cakar. Studi itu telah dipublikasikan di Science Advances, baru-baru ini. (Foxnews/Hym/X-6)

Baca Juga

ANTARA/Asep Fathulrahman

Polri Putar Balik 32.815 Kendaraan Terindikasi Mudik

👤Widhoroso 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:40 WIB
Polri hingga hari kedua pelaksanaan pelarangan aktivitas pulang ke kampung halaman jelang Lebaran alias mudik 2021, telah memutar balik...
Mediaindonesia.com

Bersiap Gelombang 3, Sebanyak 4.371 Awak Media Tuntas Divaksinasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:25 WIB
Sebanyak 4.371 awak media se-Jabodetabek tuntas mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Balai Kota...
dok.korlantas

2 Hari Penyekatan, Kakorlantas Sebut 32.815 Kendaraan Diputarbalik

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:01 WIB
SELAMA dua hari pelaksanaan peniadaan mudik sejak diberlakukan 6 Mei 2021, Korlantas Polri telah memutarbalik 32.815 kendaraan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya