Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
Pasar barang mewah sekunder di Indonesia menunjukkan dinamika yang kuat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, segmen jam tangan mewah bekas, perhiasan, hingga fashion premium justru kian diminati, bukan hanya sebagai objek koleksi, tetapi juga sebagai aset bernilai. Tren tersebut tercermin dari kembali digelarnya Jakarta Watch Exchange (JWX) untuk ketujuh kalinya pada Januari 2026.
Bertempat di Gandaria City, pameran yang berlangsung pada 15-18 Januari 2026 ini menjadi titik temu kolektor, pedagang, dan pencinta horologi dalam satu ekosistem perdagangan barang mewah sekunder. JWX ke-7 menampilkan jam tangan mewah bekas maupun unworn dari merek-merek papan atas dunia seperti Richard Mille, Patek Philippe, Audemars Piguet, Rolex, hingga Vacheron Constantin. Tak hanya itu, portofolio pameran juga diperluas dengan kehadiran tas desainer, perhiasan berlian, serta mutiara laut selatan berkualitas tinggi.
Sekitar 40 peserta pameran dari berbagai kota besar mulai dari Jakarta, Surabaya, Bali, hingga Medan akan meramaikan acara tersebut. Aktivitas perdagangan lintas daerah ini dianggap tidak sekadar mendorong perputaran transaksi bernilai tinggi, tetapi juga memperkuat jejaring pelaku usaha di sektor luxury goods resale yang selama ini berkembang berbasis komunitas.
Menariknya, Jakarta Watch Exchange digagas dan diselenggarakan oleh komunitas kolektor jam tangan mewah itu sendiri. Model berbasis komunitas ini membangun tingkat kepercayaan yang tinggi, faktor krusial dalam perdagangan barang bernilai besar, khususnya untuk segmen rare dan vintage. Trust menjadi fondasi utama keberlanjutan pasar sekunder, terutama di tengah isu autentikasi dan transparansi yang kerap membayangi industri ini.
Selain berfungsi sebagai etalase jam tangan ikonik, JWX ke-7 juga mencerminkan strategi diversifikasi produk. Kehadiran merek jam tangan asal Italia, Venezianico, menunjukkan upaya membuka ruang bagi brand internasional dengan karakter heritage dan mechanical watch murni. Pendekatan ini memperluas pilihan konsumen sekaligus mendorong dinamika kompetisi di segmen jam tangan mekanis.
Dari sisi sistem transaksi, penyelenggara menggandeng platform invoice digital Quickbill sebagai mitra pembayaran. Kolaborasi ini menandai adaptasi industri terhadap digitalisasi proses bisnis, dengan tujuan meningkatkan efisiensi transaksi, menekan biaya administrasi, serta memastikan pencatatan yang lebih akurat di tengah meningkatnya nilai transaksi.
Skema pembiayaan juga menjadi pendorong penting daya beli. Program cicilan hingga 18 bulan melalui kartu kredit perbankan nasional memberikan fleksibilitas bagi konsumen tanpa harus mengorbankan likuiditas jangka pendek. Strategi ini menunjukkan bagaimana pasar barang mewah sekunder mulai mengadopsi pendekatan yang lazim digunakan di ritel modern.
Tak berhenti pada jual beli, JWX ke-7 juga menyediakan layanan tukar tambah, jual putus, hingga titip jual. Mekanisme ini memperkuat peran pameran sebagai physical marketplace yang komprehensif, sekaligus mempercepat sirkulasi aset di antara kolektor dan pedagang. Bagi pelaku usaha, skema tersebut membuka peluang margin yang lebih fleksibel, sementara bagi konsumen menghadirkan opsi monetisasi aset yang dimiliki.
Dengan durasi empat hari dan jam operasional penuh dari pagi hingga malam, Jakarta Watch Exchange ke-7 diproyeksikan menjadi salah satu penggerak aktivitas ritel premium di awal 2026. Lebih dari sekadar pameran, JWX merepresentasikan transformasi pasar barang mewah sekunder di Indonesia, dari aktivitas niche berbasis komunitas menuju ekosistem ekonomi yang semakin terstruktur, matang, dan berkelanjutan.
Mikir dua kali sebelum beli!10 barang mahal ini ternyata gak penting. Boros? Simak daftarnya & hemat uangmu! klik. disini!
Pemasok asal Tiongkok ramai-ramai membagikan video di media sosial yang menunjukkan proses produksi barang-barang mewah bermerek.
PENERAPAN tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% tak semata berdampak pada barang mewah atau objek yang selama ini dipungut Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
Budi menilai kenaikan PPN 12% terhadap barang mewah menjadi kado tahun baru dari Presiden Prabowo Subianto.
KEPUTUSAN pemerintah mengenai tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen yang hanya diterapkan untuk barang mewah kerumitan dari sisi administrasi bagi pengusaha
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved