Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
IURAN kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi naik pada 2020 mendatang. Kenaikan yang mencapai 100% tentunya memberikan harapan bagi peserta BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan maksimal.
Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf mengungkapkan, dengan adanya kenaikan iuran, BPJS akan berfokus untuk membenahi distribusi tenaga spesialis. Hal itu dilakukan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi peserta BPJS.
"Tapi konteks yang ingin disampakan dari kenaikan BPJS adalah memang harus dibenahi distribusi tenaga spesialis agar pelayanan pada peserta bisa tepat sasaran tidak bersaing secara tidak sehat antar RS satu dengan RS yang lain," kata Iqbal saat dihubungi, Rabu (30/10).
Iqbal berharap melalui penyesuaian iuran, Program JKN-KIS akan mengalami perbaikan secara sistemik. Hal itu akan berpengaruh pada pelayanan kepada masyarakat.
"Pekerjaan rumah lain untuk perbaikan program ini akan terus dilakukan, misalnya perbaikan dari aspek pemanfaatan dan kualitas layanan kesehatan serta manajemen kepesertaan," ujarnya.
Baca juga : Pengamat Sebut Beban Defisit BPJS Ditanggung Peserta Mandiri
Namun begitu, dirinya menyebut perlu adanya komitmen dari berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan BPJS Kesehatan.
"Kalau sistem dari kontraknya BPJS kesehatan kan punya kontrak dengan faskes pertama atau dengan RS, mereka kan kita pantau ketat soal komitmen melayani kesehatan pada peserta. Maka dibutuhkan komitmen dari berbagai pihak. Itu bisa membantu agar pelayanan bisa lebih baik," ucapnya.
Mengenai banyaknya peserta BPJS yang memutuskan untuk turun kelas, dirinya mengungkapkan hal itu merupakan keputusan pribadi dari peserta. Pasalnya, pada dasarnya pelayanan BPJS Kesehatan memiliki manfaat yang sama
"Sebenarnya bisa dipilih sesuai dengan kemampuan untuk membayar di kelas yang mana, karena sejatinya tidak ada perbedaan manfaat medis antara kelas yang berbeda. Manfaat yang diterima sama," tutupnya. (OL-7)
Cek kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk masyarakat dengan tujuan mengetahui status kesehatan, mendeteksi dini gangguan kesehatan, dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.
MEMASUKI tahun 2026, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, termasuk dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved