Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
TOTAL jumlah titik panas (hotspot) di seluruh Indonesia untuk tahun ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan jumlah tahun lalu.
Data yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada titik panas pada 1 Januari–13 Oktober 2019 berdasarkan pantauan Satelit NOAA sebanyak 7.810 titik. Sedangkan pada periode yang sama 2018 jumlah titik panas terdeteksi sebanyak 4.362 titik.
"Terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 3.448 titik atau 79,05 %," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, kemarin.
Adapun jumlah titik panas berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) dengan confidence Level di atas 80% yakni 23.882 titik, pada periode yang sama 2018 jumlah hotspot sebanyak 8.279 titik atau terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 15.603 titik / 188,46 %.
Aksi lapangan sudah dilakukan untuk menurunkan titik panas antara lain di Provinsi Sumatra Utara, patroli harian dalam kondisi normal dilakukan oleh Manggala Agni Daops Pematangsiantar, Daops Sibolangit dan Daops Labuhanbatu. Di Provinsi Riau, Jambi, juga dilakukan hal serupa. (OL-09)
MANGGALA Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatra, Ditjen Gakkumhut melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Sumatra
Tim gabungan Polda Kalbar, BPBD Kubu Raya, dan pemadam swasta memadamkan karhutla seluas empat hektare yang berlangsung lima hari di radius 1–2 kilometer dari Bandara Supadio.
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved