Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA ceria dan kekeluargaan begitu kental dirasakan anak-anak didik di Rumah Amalia. Sebanyak 90 orang anak yatim piatu dan kaum duafa itu hampir setiap hari mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan komunitas rumah belajar khusus anak yatim dan anak duafa yang berada di Celidug, Tangerang tersebut.
Di tengah keprihatinan melihat pergolakan negeri dan banyaknya bencana, Rumah Amalia mengadakan doa bersama dengan tema ‘Indahnya Qalbu’ dan sejumlah kegiatan. Doa bersama dengan tujuan negeri Indonesia yang tercinta damai, adil dan makmur digelar di Rumah Amalia, Minggu (6/10).
ACARA doa bersama ‘Indahnya Qalbu’ juga dihadiri aktris Zora Vidyanata. Pemain sinetron Bujangan yang juga finalis Putri Indonesia 2002 itu turut menghibur anak-anak Rumah Amalia untuk menumbuhkan harapan dan harapan negeri ini untuk menjadi lebih baik.
“Saya meminta kalian untuk selalu semangat,rajin belajar dan juga berdoa agar di berikan kemudahan dalam meraih mimpi dan cita-citanya,” kata Zora di hadapan anak-anak yatim dan duafa.
Tak ketinggalan pula, Rumah Amalia menampilkan kegiatan lomba memasak ibu-ibu kreatif, serta kerajinan daur ulang dari limbah rumah tangga. Dalam kesempatan yang sama, Zora juga berkesempatan menjadi juri lomba masak.
Zola juga berkesempatan belajar membuat bunga dari bahan daur ulang sampah seperti kulit jagung, kulit bawang putih, kantong plastik bekas dan lain lain.
“Harapan kami dengan di adakan nya kegiatan Ini Dapat menanamkan wawasan serta kisah inspiratif kepada anak anak, berawal dari sebuah mimpi yang harus kita kejar dengan semangat dan kerja keras ,maka kita bisa meraih mimpi dan mewujudkan nya dalam kehidupan nyata,” jelas Agus Syafii, pendiri Rumah Amalia. (OL-09)
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved