Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebutkan guna memajukan museum di Indonesia pemerintah telah mengalokasikan Rp129 miliar sebagai dana alokasi khusus (DAK) museum.
"Sudah ada Dana Alokasi Khusus untuk museum. Baru Rp129 miliar tapi ini sudah awal yang bagus untuk kebudayaan sekarang sudah sekitar Rp1 triliun per tahun, Rp1 triliun untuk dana abadi kebudayaan. Untuk DAK kebudayaan itu setengah triliun. Tapi paling tidak pemerintah sudah memiliki kepedulian sekarang, perhatian yang cukup," kata Muhadjir di Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (12/10).
Ia menyebutkan nanti dana tersebut dapat digunakan untuk program-program museum serta pelayanan publik.
"Umumnya untuk layanan publik, program publik jadi misalnya akan ada event-event, ini bisa digunakan. Misalnya museum mau kunjungan ke museum lain untuk kegiatan bisa digunakan," sebutnya.
Baca juga: Menkeu RI Resmikan Museum dan Perpustakaan Terbaru Bea Cukai
Di sisi lain, Muhadjir menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menangani museum secara profesional dan mampu menarik wisatawan.
"Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah DKI karena salah satu provinsi yang menangani museum secara profesional. Dan juga mampu mengundang para wisatawan baik mancanegara maupun nusantara, dan bisa dicontoh oleh provinsi lain," ucapnya
"DKI termasuk yang tidak kita beri DAK karena dia termasuk yang sudah cukup kuat, sehingga dananya bisa kita alihkan ke provinsi lain," imbuhnya.
Sementara itu, untuk mendukung kemajuan museum di Indonesia, Muhadjir berpesan kepada seluruh masyarakat untuk lebih sering hadir mengunjungi museum.
"Yang tidak kalah penting harus ramai-ramai mengunjungi. Karena kalau museum itu tidak dikunjungi, sepi menjadi seperti kuburan. Padahal di situ banyak artefak, pesan-pesan sejarah, pesan-pesan peradaban yang tersemat di museum itu yang perlu dikenalkan, disosialisasikan kepada generasi muda, kepada anak didik kita," pungkasnya.(OL-5)
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved