Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa ada sejumlah daerah yang awal musim hujannya terlambat.
Kepala Subdirektorat Prediksi Cuaca BMKG M. Fadli memaparkan wilayah di atas garis ekuator atau khatulistiwa, sudah cukup banyak mendapatkan curah hujan. Sementara daerah-daerah di bagian bawah ekuator akan mengalami keterlambatan awal musim hujan seperti Provinsi Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga November 2019.
"Ada hujan lokal tapi intensitasnya ringan. Potensi kekeringan ini harus diantisipasi apabila daerahnya hutan masih waspada terjadi kebakaran," terangnya dalam acara menghadiri diskusi fokus grup terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan di Graha Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Selasa (8/10).
Hadir dalam acara itu perwakilan kepala daerah yang terdampak karhutla, perwakilan TNI, Polri, perusahaan di bidang perkebunan, media dan ditutup oleh Kepala BNPB Doni Munardo.
Ia menerangkan keterlambatan yang dimaksud adalah awal musim akan mundur sepuluh hingga 30 hari. Awal musim hujan, imbuhnya, ketika curah hujan di daerah tersebut sudah di atas 50 milimeter per hari.
Menurut BMKG, kemarau di Indonesia tahun ini tidak terlalu dipengaruhi El Nino. El Nino ialah kondisi memanasnya suhu air di di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Naiknya suhu itu mengakibatkan perubahan pola angin dan curah hujan di atasnya. Saat kondisi normal, hujan banyak turun di Australia dan Indonesia. Ketika terjadi El Nino, curah hujan berkurang.
Fadli menjelaskan kemarau lebih panjang di sejumlah wilayah juga di antaranya dipengaruhi oleh rendahnya penguapan di Samudera Hindia sehigga ada daerah yang mengalami hari tanpa hujan hingga 3 bulan.
Baca juga: BMKG : Lebih dari 100 Gempa Dirasakan Pascagempa Maluku
Untuk proyeksi cuaca dan iklim pada 2020, BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi bencana yang terjadi. Pasalnya dari prakiraaan, musim kemarau periode 2020-2030 di Indonesia akan lebih kering jika dibandingkan periode 2006-2016.
"Musim kemarau akan lebih kering sekitar 20% rata-rata nasional," terangnya.
Untuk musim hujan 2020, ia meminta masyarakat waspada terhadap potensi bencana hidrometrologi seperti banjir dan longsor. BMKG memproyeksikan jumlah curah hujannya tidak berubah dari 2019, tetapi dari intensitas, ada hari hujan lebatnya lebih banyak.
"Ada periode lebih kering dan ada periode hujan lebih besar. Ini harus diwaspadai potensi bencananya," pungkasnya. (A-4)
Selain hujan, angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
KEPALA BMKG periode 2017-2025 Dwikorita Karnawati menilai langkah pemerintah dalam menangani dan mengendalikan cuaca ekstrem saat ini sudah berada di jalur yang tepat.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
BMKG tetapkan status AWAS cuaca ekstrem di Jakarta Jumat, 23 Januari 2026. Waspada hujan sangat lebat, kilat, dan angin kencang. Cek detail wilayahnya di sini.
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved