Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENINGGALKAN era globalisasi dan memasuki era disrupsi, bidang pekerjaan serta skillset yang dibutuhkan terus berevolusi. Walaupun banyak keterampilan yang tidak lagi relevan di Industri 4.0, perusahaan gencar mencari sumber daya manusia dengan keahlian yang modern, namun adaptif.
Untuk itu, penting bagi pendidikan untuk membentuk masyarakat menjadi inovatif serta memiliki daya saing secara global.
Bertumpu pada hal tersebut, Universitas Prasetiya Mulya membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti Study Abroad Programme di perguruan tinggi unggulan dunia.
Digagas oleh International Cooperation Office Universitas Prasetiya Mulya, program tersebut didukung dengan acara Study Abroad Day 2019 yang dilaksanakan pekan lalu di Kampus BSD Prasetiya Mulya.
Berperan sebagai wadah informasi untuk mahasiswa dan orang tua mengenai Study Abroad Program, kegiatan ini meliputi pameran, alumni sharing session, serta presentasi dari 12 universitas rekanan seperti University of New South Wales, Boston University, dan National Taiwan University.
Baca juga : Pemda Sikka Alokasikan 5,7 Miliar untuk Beasiswa
“Tema yang kami gunakan tahun ini adalah ‘Adventure of a Lifetime’”, kata Fati Ramadhanti selaku Ketua Pelaksana Study Abroad Day 2019.
"Peserta program akan keluar dari zona nyaman untuk menjalankan perkuliahan di luar negeri. Berbincang dengan alumni program ini, mereka mengatakan bahwa pengalaman tersebut memang seperti petualangan sekali seumur hidup," Imbuhnya.
Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, Study Abroad Day 2019 mengadopsi kampanye “plastic-free” sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Mengetahui bahwa wabah pencemaran plastik merupakan isu yang dialami secara global, penggunaan plastik diminimalisir selama pelaksanaan acara, salah satunya dengan mengeliminasi botol minum plastik.
“Selama di Tiongkok, aku dapat banyak pengalaman dan teman baru,” ungkap Jessica Ivana, alumni Study Abroad Program dari S1 Business yang merasakan satu semester di Tsinghua University. “Aku rindu bertualang naik subway, pergi main ski, dan mengamati budaya serta lifestyle mereka. Lebih penting lagi, aku belajar beradaptasi dimanapun aku berada.”
Study Abroad Program telah mengirimkan lebih dari 100 mahasiswa ke universitas pilihan mereka. Program ini ditawarkan pada mahasiswa semester lima dan enam yang memiliki IPK minimal 3.00.
Berkat kurikulum yang setara dengan universitas rekanan, peserta dapat mencicipi perkuliahan luar negeri tanpa rasa khawatir karena nilai yang diterima selama studi akan dikonversi ke mata kuliah terkait di Universitas Prasetiya Mulya.
Melalui program ini, wawasan dan koneksi yang didapatkan melalui international exposure bisa menjadi nilai tambah untuk menghadapi persaingan SDM dengan percaya diri. (RO/OL-7)
Amartha Fellowship Bootcamp diikuti oleh 60 penerima beasiswa dan berlangsung selama empat hari.
Universitas Budi Luhur (UBL) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung dunia.
Anwar-Reny mencatat capaian program BERANI di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, mulai dari 23.568 beasiswa hingga layanan kesehatan bagi 135.084 warga.
Farhan menyebut, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) masih menghitung besaran dana beasiswa yang akan dikembalikan oleh alumni Arya Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved