Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMPAH laut masih menjadi salah satu problem global, termasuk di Indonesia. Namun, hingga kini belum ada data dasar terkait pencemaran sampah di laut. Oleh karena itu, Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian guna mengumpulkan data dasar pencemaran sampah laut di Indonesia.
Penelitian menggunakan pendekatan sampah laut terdampar dengan mengadaptasi metode standar dari NOAA Technical Memorandum NOS-OR & R-46, khususnya metode shoreline survey methodology dan NOAA Technical Memorandum NOS-OR & R-48. Kajian monitoring sampah laut terdampar dilakukan di 18 lokasi di Indonesia, seperti Aceh, Padang, Pulau Pramuka, Semarang, Pontianak, Denpasar, Mataram, Makassar, Manado, Ambon, hingga Biak selama 13 bulan, dari Februari 2018 sampai Maret 2019.
Ada tujuh jenis sampah laut, yakni plastik dan karet, logam, kaca, kayu olahan, kain, dan bahan berbahaya. Namun, penelitian ini difokuskan pada sampah plastik karena adanya dominasi dan ancaman plastik yang tinggi pada ekosistem dan biota laut.
LIPI menggandeng sejumlah pihak di lokasi penelitian, yaitu Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, Universitas Sriwijaya, organisasi nonpemerintah Diver Clean-up in The Action, beberapa UPT LIPI, masyarakat, nelayan, hingga pemulung di sekitar lokasi. "Ini merupakan pertama di Indonesia yang terintegrasi dan mengambil sampel di lapangan karena selama ini baru model. Kita enggak pernah tahu ini faktanya benar apa enggak, validasi di lapangan apa enggak," kata Peneliti Oseanografi LIPI Muhammad Reza Cordova di Jakarta.
Hasil monitoring menunjukkan persentase rata-rata sampah plastik berkisar 35,79 sampai 59,37% dari total sampah laut yang terdampar atau sekitar 1,96 sampai 4,56 plastik/m2 atau 29,69 sampai 197,45 g plastik/m2/bulan.
Dari total 18 lokasi pengamatan, tercatat lima kawasan pantai dengan sampah plastik terbanyak, yakni Padang, Makassar, Manado, Bitung, dan Ambon. Kelimanya memiliki persentase sampah plastik lebih dari 50% dengan jumlah lebih dari 4 pcs/m2 dan berat rata-rata lebih dari 190g plastik per m2.
Sampah plastik yang dominan ditemukan ialah sampah plastik sekali pakai (SPSP), seperti kantong kresek, sedotan, puntung rokok, dan styrofoam. Biasanya sampah plastik terdampar pada musim angin muson barat (Oktober hingga Maret) lebih tinggi jika dibandingkan pada musim angin muson timur (April hingga Oktober). Estimasi sampah plastik yang dihasilkan oleh kegiatan masyarakat (landbase dan seabase) ialah 268,740 sampai 594,558 ton per tahun. (Aiw/H-1)
Sangat tidak adil jika warga kelas bawah yang paling terdampak buruknya layanan publik justru menjadi sasaran pendekatan represif.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Ada sekitar 56 produk yang dibawa Greenhope ke World Expo 2025 Osaka. Produk-produk tersebut berupa bioplastik dan biodegradable additive.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved