Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Baca Indonesia 2011-2015 Andy F Noya meminta para orangtua untuk tidak abai pada minat anak karena hal itu sudah diketahui sejak usia dini.
"Minat anak-anak sebenarnya sudah ketahuan sejak dini, mereka punya sesuatu tapi terkadang orangtua abai, dan mengarahkan ke arah yang salah," uja Andy di Jakarta, Senin (23/9).
Sikap orangtua yang mengarahkan anak pada bidang yang tidak disukai akan membuat anak tidak bahagia. Dia memberi contoh, jika anak suka musik maka sering orangtua bilang bahwa musik tidak bisa menopang hidup secara ekonomi. Sehingga orangtua mengarahkan anak menjadi pengacara.
"Anak tersebut tidak akan bahagia dan berpestasi.Padahal kalau diarahkan sesuai dengan lentera jiwanya, bakatnya, hasratnya, maka diharapkan anak-anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Paling penting lagi, mereka akan bahagia dengan apa yang dimiliki dan disukai," katanya.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Dosen, Unpam Kerja Sama dengan UPSI Malaysia
Menurut dia, jika anak suka sesuatu maka anak akan berprestasi. Hal itu yang sering ia tekankan pada guru dan orangtua. Untuk itu, dia meminta para guru dan orangtua untuk menemukan minat anak sejak dini.
"Saya beruntung, karena guru menemukan bakat saya menulis pada kelas empat SD. Kemudian saya diarahkan, dalam pikiran saya yang cocok adalah menjadi wartawan. Makanya sejak kecil, sudah tertanam dalam pikiran saya ingin menjadi wartawan dan itu bahagia sekali rasanya," katanya.
Pimpinan Global Sevilla School, Michael Thia, mengatakan pihaknya mengajarkan 'mindfulness' sebagai dasar pembentukan karakter siswa. Praktik tersebut juga diajarkan pada para guru dan manajemen sekolah.
Dengan adanya praktik "mindfulness" tersebut, maka minat anak akan muncul dan secara tidak langsung dapat melihat bakat-bakat sang anak. Hal itu dikarenakan anak dapat secara tenang mengekspresikan apa yang menjadi ketertarikannya. (OL-1)
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved