Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Budi Luhur (UBL) berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi menggelar 6th International Conference on Electrical, Computer Science and Informatics (EECSI) 2019 di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.
Pelaksana Tugas Rektor Universitas Budi Luhur, Dr Wendi Usino MSc, mengutarakan, Presiden Joko Widodo pada 13 Agustus 2019 telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sinas Iptek).
"UU Sinas Iptek bertujuan mendorong terintegrasinya riset di berbagai lembaga dan meningkatkan kontribusi iptek bagi pembangunan nasional. Ini artinya kolaborasi pelaksanaan riset maupun penyelenggaraan konferensi riset berbagai lembaga seperti konferensi internasional EECSI amat strategis," kata Wendi melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu (22/9).
Dia menekankan faktor humanity pada konferensi ini, karena sesuai dengan nilai-nilai kebudiluhuran yaitu cinta kasih (love), welas asih (compassion), simpati (sympathy), dan empati (empathy).
Konferensi internasional ini mengambil tema 'Bridge Toward Industrial Revolution 4.0 and its Applications on Electrical, Electronics, Computer Science and Informatics for Humanity'. Tema ini dipilih karena revolusi industri 4.0 berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat.
Baca juga: Portal Rumah Belajar Mesti Manfaatkan Media Sosial
Seperti diberitakan, dampak revolusi industri 4.0 pun bermunculan. McKinsey Global Institute memprediksikan 800 juta pekerja akan kehilangan pekerjaan. Sementara sebagian kalangan justru optimistis di era disrupsi ini generasi milenial memiliki kesempatan melahirkan perusahaan rintisan (startup) di berbagai bidang.
EECSI 2019 telah digelar di El Hotel Royale, Bandung, menghadirkan tiga pembicara kunci, yaitu Prof Dr.Naomie Salim (Professor of Computer Science, Universiti Teknologi Malaysia), Prof Dr Shekar Verma (Professor of Wireless Sensor Network, Indian Institute of Information Technology, Allahabad, India), dan Prof Dr Trio Adiono (Professor of Microelectronics, Institute Teknologi Bandung, Indonesia).
EECSI 2019 mencatat 83 makalah hasil riset dari 13 negara, 3 benua, telah lolos seleksi panitia dipresentasikan dalam konferensi internasional ini. Negara asal peserta yang konferensi antara lain India, Inggris, Irak, Denmark, Rusia, Australia, Taiwan, Nepal, Yordania, Malaysia, Pakistan, Sri Lanka, dan tuan rumah Indonesia. (RO/OL-1)
Kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat strategis untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi pengelolaan risiko sebelum mereka memasuki dunia kerja.
Unika Atma Jaya terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai program akademik, non-akademik, serta kesempatan meraih prestasi.
Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) mempercepat langkah internasionalisasi kampus melalui penguatan mutu akademik dan perluasan kerja sama lintas negara.
STEFANIA Giannini (2026), Assistant Director-General for Education UNESCO, mengemukakan sistem pendidikan tinggi memainkan peran strategis dan tak tergantikan dalam membangun masyarakat
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Program studi yang selaras dengan minat umumnya akan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan, sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani perkuliahan.
Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) mempercepat langkah internasionalisasi kampus melalui penguatan mutu akademik dan perluasan kerja sama lintas negara.
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved