Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 50% kebutuhan bahan baku industri pengolahan kertas berasal dari luar negeri. Dengan menggalakkan gerakan pilah sampah dapat meningkatkan ketersediaan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut.
Hal itu dikemukakan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Rosa Vivien Ratnawati, dalam acara Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), kemarin.
"Gerakan pilah sampah mampu mengurangi jumlah sampah impor ke dalam negeri. Gerakan Pilah Sampah dari Rumah diharapkan menjadi hulu untuk meningkatkan bahan baku kertas daur ulang dari dalam negeri. Asal hulunya dari rumah kita sendiri," kata Vivien.
Saat ditemui pada kesempatan yang sama, Direktur Pengolahan Sampah Kementerian LHK Novrizal Tahar mengungkapkan dengan tersedianya bahan baku berupa sampah kertas, kita dapat menghemat devisa sebesar Rp16 triliun per tahun.
"Industri kertas kita butuh 6 juta sampai 7 juta ton sampah kertas setahun. Harga sampah kertas Rp2,5 juta per ton. Jadi, nilai ekonomi dari sampah kertas saja bisa Rp16 triliun setahun. Itu belum termasuk sampah plastik, logam, karet, dan lain-lain," ujar Novrizal.
Terkait kasus sampah impor, Vivien mengaku pihaknya sudah melakukan reekspor ratusan kontainer sampah impor di Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau, dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Untuk mereekspor limbah impor yang ada di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kementerian LHK belum menerima surat pemberitahuan dari Ditjen Bea dan Cukai.
"Bea dan Cukai mengatakan akan melakukan reekspor. Nanti mereka akan mengirimkan surat kepada Kementerian LHK untuk dilakukan pengecekan," ungkap Vivien.
Ditjen Bea dan Cukai menunggu konfirmasi dari otoritas Pelabuhan Tanjung Priok mengenai negara pengekspor sampah. Ditjen Bea dan Cukai sudah mengantongi nama perusahaan yang berbuat lancung itu.
"Ada dua perusahaan, yaitu NH dan ART di Tangerang, Banten," kata Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea dan Cukai, Deni Surjantoro, Senin (9/9). (Aiw/*/X-3)
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Kelola limbah domestik dengan efektif! Panduan praktis pengelolaan sampah rumah tangga untuk lingkungan bersih dan sehat.
Program ini merupakan bagian dari upaya mengedukasi masyarakat untuk terbiasa memilah sampah rumah tangga.
Tim penegakan hukum akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat untuk tindakan lebih lanjut
Eco-enzyme juga memiliki manfaat ekologis yang luas, seperti mengurangi polusi dan menghasilkan enzim-enzim yang mampu menetralkan zat kimia berbahaya di lingkungan.
Rendahnya nilai ekonomi limbah botol plastik yang rendah lantaran pihaknya langsung menjual kepada pengepul tanpa proses pengolahan lebih lanjut.
Sebanyak 91% masyarakat sudah menggunakan tas pengganti kantong plastik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved