Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
YAYASAN Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mendorong deteksi dini kanker payudara masuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pasalnya, pengobatan kanker pada stadium lanjut memakan biaya tidak sedikit.
"Kalau bisa dicegah di hulu akan menekan biaya untuk pengobatan kanker stadium lanjut," kata Ketua Umum YKPI Linda Gumelar dalam acara Sarasehan Dwi Windu Yayasan Kanker Payudara Indonesia di Jakarta, Kamis (22/8).
Linda menuturkan, sebanyak 56% dari total pasien di Rumah Sakit Kanker Dharmais merupakan pengidap kanker payudara dengan stadium yang sudah lanjut. Pengobatan kanker pada stadium lanjut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, padahal dana JKN terbatas.
Deteksi dini kanker payudara saat ini belum ditanggung BPJS Kesehatan. Karena itu, imbuh Linda, YKPI berusaha mengajak mitra lain agar upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit tersebut merata di seluruh Indonesia.
Ia menuturkan, YKPI telah mempunyai mobil mamografi untuk skrining kanker payudara. Melalui pemeriksaan mamografi, akan diketahui jenis tumor pada payudara bersifat jinak atau ganas. Semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi keberhasilan pengobatan.
"Pemerintah juga menggalakkan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) dan pemeriksaan payudara klinis (sadanis) itu upaya yang kita lakukan juga," terangnya.
Saat ini Indonesia termasuk salah satu negara dengan rapor buruk dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam penanganan kanker.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof Aru Sundoyo menegaskan angka kanker di Indonesia tidak akan turun hanya dengan pengadaan obat-obatan mahal yang tidak terjangkau masyarakat. Prevalensi kanker, sebutnya, hanya dapat diturunkan dengan edukasi dan deteksi dini.
Data dari Kementerian Kesehatan, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia (136.2/100.000 penduduk) berada pada urutan ke-8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke-23.
Angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki laki ialah kanker paru, yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk, yang diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk.
Sementara itu, angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi ialah kanker payudara, yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk, yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. (Ind/H-2)
Vidi Aldiano menyadari bahwa rumor tersebut berkembang karena ia sempat dipapah oleh Deddy Corbuzier keluar dari panggung usai bernyanyi dan membuat banyak orang khawatir.
Di Indonesia, kanker paru menyumbang 9,5% dari seluruh kasus kanker serta menjadi penyebab 14,1% kematian akibat kanker.
Sektor kesehatan di Indonesia kini memasuki fase baru dengan hadirnya teknologi pemindai PET/CT Biograph Vision Quadra di RS EMC Grha Kedoya.
Penelitian menemukan konsumsi protein hewani tidak meningkatkan risiko kematian, bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap kematian akibat kanker.
Memperingati Hari Kanker Paru-Paru Sedunia, sebuah seminar kesehatan bertajuk Kenali Kanker Paru Sejak Dini digelar.
Sarkoma adalah kanker yang berasal dari jaringan mesenkim, lapisan yang dalam tubuh manusia berkembang menjadi jaringan ikat, otot, lemak, pembuluh darah, hingga tulang.
Dewi Rhomadi Ani tetap menjadi peserta JKN meski suaminya terkena PHK. Ia merasakan langsung manfaat BPJS Kesehatan.
KEPALA Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengatakan pihaknya memiliki berbagai strategi agar menurunkan atau menghilangkan potensi defisit JKN.
PBI JKN akan naik menjadi Rp57.250 per orang per bulan, dan alokasi subsidi iuran untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan BP Kelas III menjadi sebesar Rp4.200 per orang sebelumnya Rp7.000
Perpres 59/2024 menetapkan bahwa penyesuaian manfaat, tarif, dan iuran BPJS Kesehatan paling lambat diberlakukan pada 1 Juli 2025.
Saat sakit, sebagian orang mungkin langsung berpikir untuk pergi ke rumah sakit agar segera ditangani oleh dokter spesialis.
Ia juga menegaskan pentingnya tata nilai integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovatif (Inisiatif) dalam mewujudkan layanan JKN yang humanis dan berkelanjutan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved