Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
GEDUNG Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, menjadi saksi bisu jatuh bangunnya negara ini sejak pertama kali berdiri. Kita bisa menelusurinya dari rekam jejak aneka buku bacaan yang disimpan di Perpustakaan DPR yang beroperasi sejak April 2005.
Perpustakaan DPR sudah berdiri sejak dimulainya sejarah Parlemen (Volksraad) di Indonesia, kelanjutan dari Bibliotheca Volksraad, milik pemerintah Hindia Belanda.Sekitar 1951, ketika Indonesia masih berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) di Yogyakarta, Perpustakaan DPR pindah ke sana.
Setelah ibu kota kembali ke Jakarta, Perpustakaan DPR ditempatkan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, hingga akhirnya berlabuh di area Gedung DPR RI, Senayan.
Perpustakaan itu memiliki tiga lantai. Lantai pertama menawarkan koran dan majalah, lantai kedua tempat koleksi koleksi buku, dan lantai ketiga tempat koleksi buku klasik sejak zaman Belanda. Namun, menurut Tenny Rosanti, pustakawan Perpustakaan DPR, pengunjung hanya dibolehkan melihat koleksi di lantai satu dan dua. Koleksi di lantai tiga dinyatakan tertutup untuk pengunjung. “Karena kondisi bukunya sudah tua,” ujar Tenny.
Setiap harinya, kata Tenny, ada 20-30 pengunjung yang datang. Perpustakaan DPR juga kerap didatangi pengunjung dari luar negeri.
Perpustakaan DPR menggelar acara menarik, seperti bedah buku, seminar, dan tinjauan buku. Pada Bibliobattle, beberapa waktu lalu, ada telaah buku yang harus dibaca dalam waktu 3 menit. “Perpustakaan ini rencananya akan direnovasi,” pungkasnya.
Rani, 28, salah satu pengunjung, mengatakan koleksi lumayan lengkap, khususnya yang bertema bidang politik. “Saya harap fasilitas komputer diperbaiki. Staf perpustakaan juga harus siap sedia kalau dibutuhkan,” tuturnya. (*/H-2)
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik.
Tata kelola data terbuka, literasi digital, dan tanggung jawab etis dalam pemanfaatan AI di institusi pendidikan tinggi menjadi sorotan dalam konferensi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved