Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Rahmawati Bicara Norma Baru Bantuan Kemanusiaan di Forum ASEAN

Mediaindonesia.com
21/8/2019 22:30
Rahmawati Bicara Norma Baru Bantuan Kemanusiaan di Forum ASEAN
Dr Rahmawati Husein (kiri)(Ist)

SETELAH berbicara di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Juni lalu, pada tanggal 21 Agustus 2019, Dr Rahmawati Husein, Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), kembali diminta berbicara di pertemuan organisasi ASEAN yang membahas Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana untuk Membangun Ketangguhan pada Rabu (21/8) ini.

Dalam acara itu, Rahmawati diminta dalam panel tematik tentang Pelokalan sebagai Norma Baru dalam Tanggap Darurat atau Bantuan Kemanusiaan. Rahmawati menyampaikan kerja Muhammadiyah, khususnya MDMC, mendapat mandat mengorganisasi bantuan kemanusian yang dilakukan jaringan Muhammadiyah.

"Di Muhammadiyah, penting penguatan kapasitas di tingkat lokal baik organisasi maupun anggota Muhammadiyah yang semuanya sukarela melakukan kerja kemanusiaan yang efektif, efesien, dan berkualitas sesuai standar," ujar Rahmawati dalam keterangannya, Rabu.

Di samping itu, kata dia, perlu kerja sama dengan masyarakat di tingkat lokal untuk menjamin keberlanjutan dan menciptakan ketangguhan.

Rahmawati, yang juga Dosen Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan salah satu unsur pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjadi satu-satunya wakil Indonesia dari empat panelis yang berasal dari berbagai negara Asia Tenggara.

Forum strategis ini dihadiri wakil dari negara-negara ASEAN, lembaga/organisasi kemanusiaan international, serta lembaga donor. Pada panel tersebut, Rahmawati diminta untuk menyampaikan pengalaman Muhammadiyah dalam upaya penguatan lokal melalui kerja sama dengan seluruh elemen Muhammadiyah baik itu majelis lembaga, ortom serta RS, sekolah, dan perguruan tinggi.

Selain itu, penguatan kapasitas juga dilakukan melalui kerja sama dengan donor seperti pemerintah Australia, dengan organisasi internasional seperti Direct Relief, Chatolic Relief Service (CRS), Humanitarian Forum Indonesia, dan sebagainya.

"Investasi kapasitas ini penting untuk pelokalan kerja-kerja kemanusiaan serta meningkatkan ketangguhan masyarakat," kata Rahmawati.

 

Baca juga: Mendikbud Minta Aisyiyah Siap Hadapi Era Digital


Oleh karena itu, organisasi internasional perlu bekerja sama dengan organisasi lokal untu mewujudkan 'pelokalan' yang sebenar-benarnya.

"Tidak mengarahkan bantuan sesuai keinginan atau praktek seperti yang mereka biasa lakukan. Para pelaku internasional tersebut perlu mencari tahu pemain lokal, memahami cara kerja organisasi lokal dan mendukung upaya yang sudah dirintis atau yang perlu dilakukan.

Rahmawati juga menegaskan perlunya memahami semua aktor baik pemerintah provinsi, kabupaten daan kota, kelompok swasta, organisasi non-pemerintah, LSM, komunitas, kampus dan sebagainya," lanjutnya.

Aktor lokal tersebut sangat penting dan memiliki peran sentral dalam mempercepat penanganan darurat yang efektif serta dapat terus melakukan semua siklus penanggulangan bencana baik dari mitigasi dan kesiapsiagaan.

"Sebagai contoh, MDMC  Muhammmadiyah setiap tahun merespons 50-70 kejadian bencana di Indonesia. Untuk merespons bencana tersebut, tidak hanya dapat dilakukan di tingkat nasional. Aktor di provinsi dan kabupaten/kota hingga desa harus dikuatkan agar masyarakat makin tangguh dan bisa pulih dengan cepat kalau mengalami bencana," katanya.

Oleh karena itu perlu kerja sama berbagai pihak termasuk donor dan organisasi internasional. ASEAN dan AHA Center perlu memasukkan aktor lokal, memfasilitasi kerja sama antaraktor lokal di Asia Tenggara.

Kerja sama ini dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi penanganan bencana yang dapat diukur melalui kecepatan respons, kualitas respons, area yang dilayani, dan tidak ada yang tidak terlayani kebutuhan dasarnya. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik