Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang akan mendatangkan rektor asing bagi perguruan tinggi di Indonesia mendapat komentar beragam dari kalangan diaspora Indonesia (warga negara Indonesia yang bermukim di luar negeri) yang sedang mengikuti Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) gelaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kemenristekdikti di Jakarta.
Sastia Prama Putri, asisten profesor Osaka University Jepang, misalnya, berpendapat, masih banyak warga negara Indonesia yang berkualitas, memahami kultur dan kearifan lokal Indonesia, yang lebih pantas memimpin perguruan tinggi di negeri sendiri.
Akan tetapi, lanjut dia, karena pemerintah telah membuka kesempatan ini (mendatangkan rektor asing) guna meningkatkan persaingan, wacana tersebut tidak menjadi masalah.
"Asalkan rektor asing tidak mendapat perlakuan khusus yakni melalui kompetisi yang setara saya kira tidak menjadi masalah," kata Sastia menjawab Media Indonesia usai sesi Diaspora Talks SCKD Ditjen SDID Kemenristek Dikti, Selasa (20/8).
Sastia, yang menempuh Magister dan Doktor Bidang Bioteknologi di Osaka University ini, menilai ada plus minus mendatangkan rektor asing.
Baca juga: BPJS Akui Utang Obat tapi Tetap Bayar pada RS
"Nilai plus atau positifnya rektor asing dapat memberikan sudut pandang dan pemikiran yang mungkin out of the box. Serta solusi–solusi baru berdasarkan pengalaman di negara asal sang rektor asing itu," cetus alumnus Institut Teknologi Bandung ini.
Adapun negatif atau minusnya, lanjut Sastia, rektor asing tersebut dipastikan memerlukan adaptasi dalam menerapkan policy atau kebijakan dari luar di kampus yang akan dipimpinnya.
"Intinya rektor asing harus mengerti budaya lokal juga," cetus peraih penghargaan Outstanding Contribution in Education dari Osaka University atas jasanya menjembatani membuka program Double Degree ITB dengan Osaka University.
Diaspora Indonesia lainnya, Bagus Putra Mulyadi, berpendapat, meski rencana impor rektor asing cukup positif, ia lebih mengusulkan membangun kultur akademik yang baik dan budaya riset yang baik terlebih dulu.
"Sebagai pribadi sebaiknya kita membangun kultur akademik terlebih dahulu serta membangun budaya riset yang kompetitif. Kampus di Inggris budaya akademiknya sudah baik, siapa pun rektornya pasti bagus. Di Inggris banyak rektor dari luar negeri juga," kata Bagus yang juga asisten profesor di Nottingham University, Inggris. (OL-1)
Program PKKPT disiapkan sebagai langkah strategis dalam mendorong peningkatan reputasi perguruan tinggi menuju World Class University.
Kandidat yang lolos akan bersaing merebutkan suara anggota Majelis Wali Amanat (MWA) yang pemilihannya akan dilaksanakan di Jakarta pada 3 Desember 2020 mendatang.
PROSES penjaringan calon Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) memasuki tahapan pemaparan program kerja, kemarin.
Empat kandidat calon rektor akan memaparkan program kerja sesuai dengan visi dan misi USU apabila terpilih sebagai rektor USU periode 2021-2026.
Awalnya, tujuh orang mendaftar sebagai calon rektor USU, namun satu kandidat tidak melengkapi syarat administratif, satu lagi mengundurkan diri. Sehingga yang mengikuti audisi 5 kandidat
Panitia telah melaksanakan seleksi administrasi dengan seksama terhadap kelengkapan berkas keenam orang Calon Rektor USU tersebut
Janice Tjen cetak sejarah di Australian Open 2026 usai tumbangkan Leylah Fernandez. Dukungan diaspora Indonesia di ANZ Arena jadi pemicu mental.
Perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan menjadi suntikan semangat bagi dirinya dan rekan-rekan sesama mahasiswa.
Ketiga pemain tersebut akan dinilai berdasarkan kemampuan mereka selama sesi latihan.
Warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di Ibu Kota berkumpul di Wisma NTB di Menteng, Jakarta Pusat, menggelar kegiatan untuk melawan ancaman peredaran narkotika.
Terdapat sekitar 30 warga Indonesia di Taiwan yang terdiri dari pekerja migran Indonesia dan mereka yang menempuh pendidikan lanjut yang menikmati layanan ini.
Kemenlu juga berencana meluncurkan platform Satu Data Diaspora.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved