Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH perlu fokus pembangunan sumber daya manusia, mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi digital. Bila kurikulum pendidikan dan kejuruan yang dipraktekkan tidak selaras dengan kemajuan teknologi digitial, maka sulit manusia Indonesia bersaing dengan negara lain.
Wartawan senior Kompas Dr. Ninok Leksono menyampaikan, saat ini sudah terjadi disrupsi terutama yang disebabkan oleh kemajuan teknologi digital dan dunia pers sudah mengalaminya.
“Kami ini di media cetak, sedang menghitung hari sampai kapan masih bisa bertahan mencetak koran harian,” ungkap Ninok, dalam Urun Rembug Tokoh Pers Tentang Masalah Bangsa yang merupakanbagian dari sosialisasi Piala Presiden Kompetisi Nasional Media, di Semarang, hari ini.
Piala presiden Kompetisi Nasional Media adalah penghargaan atas Karya Jurnalistik Lintas Platform yang berkaitan dengan tantangan utama yang dihadapi bangsa Indonesia. Karya jurnalistik tersebut dapat berbentuk laporan jurnalistik, tajuk rencana, maupun artikel opini.
Piala diberikan kepada media maupun individu yang karyanya memberi manfaat besar bagi pemerintah maupun masyarakat luas dalam menghadapi persoalan-persoalan krusial Bangsa Indonesia dewasa ini.
Acara yang dipandu moderator Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo itu menghadirkan mantan Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Rektor Universitas Multimedia Nusantara Ninok Leksono, Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud, Budayawan Triyanto Triwikromo, Liliek Budiastuti dosen STIKOM Semarang, Triyono Lukmantoro Komite Etik AJI Semarang, Octo Lampito Kedaulatan Rakyat, Suwarmin pemred Solopos, Mianto Nugroho Agung Yayasan Bina Dharma Salatiga dan beberapa tokoh pers Jawa Tengah.
Baca juga: Presiden: SDM Adaptif Teknologi Penting di Era Ekonomi Digital
Ninok menyoroti pendidikan pada revolusi industri 4.0 yang didominasi oleh maraknya Artificial Intelligence (AI), disebut akan menghilangkan jutaan lapangan kerja tradisional. Namun pada sisi lain, juga memunculkan lapangan kerja baru di bidang teknologi informasi.
Ia mengkritisi pengembangan pendirikan vokasi. Idenya sudah benar, namun belum selaras dengan industri yang dibangun pemerintah.
“Di vokasi diajarin memotong kayu, mengolah kayu sementara saat ini yang seksi oleh investor itu ekonomi digital Padahal tantangan kedepan itu adalah pendidikan eksakta, STEM, Science, Technology, Engineering, Mathematics,” ujar Ninok, Rektor Universitas Multi Media.
Pada masa depan, pendidikan STEM ini yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur, manufakturing, dan produksi lain. Orang muda sudah berubah, karena sukses sukses, kaya, dan populer, banyak terkait dengan ekonomi digital.
Tokoh pers Semarang Amir Machmud menyebutkan keunikan pers adalah mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat, pemanggku kebijakan, yang bergerak di UMKM dan menampilan pahlawan lokal, contoh keberhasilan yang bisa masyarakat pelaku industri berbasis digital.
“Pers sekarang harus memperkuat akses informasi tentang kebijakan-kebijakan pemerintah. Banyak segi yang harus diangkat dan dimunculkan ke permukaan oleh pers, selain yang berinisiatif memanfaatkan jejaring media sosial,” ujarnya.
Menurut Amir, pers tetap dapat menjadi “jembatan” yang punya daya untuk didengarkan oleh para pengambil kebijakan tentang kebutuhan para pelaku ekonomi.
“Pers harus ikut mengawal dari dua sisi, penentu kebijakan dan industri berbasis digital. Pers secara sadar memosisikan diri menjadi bagian dari kolaborasi besar pembangunan ekonomi,” katanya.
Sementara budayawan Triyawan Triwikromo mengkritisi mantera pembangunan Indonesia. Ia memulai dengan tesis Apakah pembangunan di Indonesia sudah adil dan beradab?
Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang tak mudah diurus dan masih berada dalam konsolidasi politik. Indonesia masih belum mandiri secara ekonomi, agak sulit melewati krisis yang bertubi-tubi.
“Hasilnya penuh keretakan sosial, dan dipenuhi oleh aneka luka politik dan hantu masa silam agaknya memang belum mampu mencapai masyarakat adil makmur,” ungkapnya.
Triyawan skeptic bahwa karena belum bisa mencapai adil makmur sudah barang tentu masih terjadi peminggiran liyan, penindasan pihak lain oleh “yang membangun”. (RO/OL-4)
Capaian itu menegaskan validasi atas komitmen perusahaan dalam mengedepankan keterbukaan informasi di era digital serta peran kepercayaan para pengguna setia.
Direktur Utama Indodana Finance Mira Wibowo meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dalam ajang Indonesia Business Leadership Forum.
Ebbot menghadirkan teknologi AI andal, sedangkan Veda Praxis menyediakan fondasi tata kelola yang kuat dan juga tim implementer dengan kapabilitas lokal.
Model kerja fleksibel berbasis platform digital dinilai menjadi bantalan sosial modern.
Pengemudi ojol dan NGO Deconstitute menggugat skema kuota internet hangus ke Mahkamah Konstitusi dengan menguji UU Telekomunikasi.
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
Samsung Galaxy Z Fold 8 Wide hadir dengan rasio layar 4:3, Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan baterai 5.000 mAh. Cek spesifikasi lengkapnya di sini!
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
JOLLA mengumumkan perubahan signifikan pada konfigurasi perangkat terbarunya, Jolla Phone (2026), sebagai respons terhadap tekanan industri yang semakin besar,
IndoCart mendorong pengembangan ekosistem teknologi 3D printing yang lebih terbuka dan inklusif di Indonesia.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved