Jumat 16 Agustus 2019, 19:18 WIB

Presiden: SDM Adaptif Teknologi Penting di Era Ekonomi Digital

Nur Aivanni | Ekonomi
Presiden: SDM Adaptif Teknologi Penting di Era Ekonomi Digital

MI/MOHAMAD IRFAN
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan bahwa tantangan ekonomi ke depan akan semakin berat dan kompleks. Pasalnya, ekonomi dunia sedang mengalami ketidakpastian, beberapa emerging market sedang mengalami krisis, dan beberapa negara sedang mengalami pertumbuhan negatif.

"Kita juga menghadapi tantangan perang dagang. Depresiasi nilai mata uang beberapa negara seperti Yuan-Tiongkok dan Peso-Argentina, membuat kita harus waspada. Sekali lagi harus waspada," kata Jokowi di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (16/8).

Saat negara-negara lain ekonominya melambat, lanjut Jokowi, ekonomi bangsa ini harus mampu tumbuh. "Situasi krisis harus kita balik menjadi sebuah peluang. Kita manfaatkan kesulitan sebagai kekuatan untuk bangkit, untuk tumbuh, untuk Indonesia Maju," ucapnya.

Untuk itu, kata Jokowi, salah satu kuncinya adalah dengan terus meningkatkan daya saing nasional yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia (SDM). "SDM yang berkualitas merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis digital," imbuhnya.

Ia mengutarakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai program pembangunan SDM untuk memastikan bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan. "Kita bangun generasi bertalenta yang berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Indonesia memiliki modal awal untuk bersaing di tingkat global," tuturnya.

Ia pun optimistis Indonesia dapat segera mewujudkan visinya menjadi negara maju jika fokus pada peningkatan kualitas SDM. "Jumlah penduduk kita nomor empat terbesar di dunia. Sebagian besar penduduk kita berusia muda. Kelas menengah kita tumbuh dengan pesat," tandasnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Ampelsa

Kementan-Kemendag Sepakat soal Impor Bawang

👤E-3 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:20 WIB
Kementerian Pertanian pun telah menerbitkan RIPH bawang putih sebanyak 450 ribu ton kepada 54 importir dan 227 ribu ton untuk bawang bombai...
Sumber: OJK/NRC

Relaksasi Kredit hanya untuk Debitur Terdampak

👤M Ilham Ramadhan 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:00 WIB
Perlu aturan teknis yang lebih detail guna memperjelas batasan nasabah atau debitur yang berhak menerima relaksasi ...
ANTARA/FAUZAN

Klarifikasi Jubir Lion Air Soal Kecelakaan di Filipina

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 29 Maret 2020, 23:40 WIB
"Lion Air Group sampai saat ini tidak beroperasi baik secara berjadwal atau sewa tertentu (charter) di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya