Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin memberikan pembekalan pada Grand Opening Masta Penyambutan Mahasiswa Baru 2019 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (14/8). Din mendorong 8.212 mahasiswa yang baru saja bergabung di bawah naungan perguruan tinggi tersebut untuk menjadi umat Islam berkemajuan. Sebab, hanya dengan itu umat Islam bisa memainkan peranan dalam peradaban dunia.
"Kalau umat Islam mau penyumbang peradaban dunia haruslah jadi umat berkemajuan. Sekarang kita mengalami banyak kemunduran, dalam bidang pluralitas dan pendidikan. Kita bersyukur UMS bisa mengisinya dengan menjadi perguruan tinggi Islam terbaik dunia," kata Din disambut gemuruh tepuk tangan mahasiswa.
Din yang memiliki latar belakang sebagai aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu juga mengajak mahasiswa untuk memahami Muhammadiyah secara benar. Sebab, sampai saat ini masih saja ada orang yang menganggap Muhammadiyah sebagai organisasi nyeleneh, tidak sesuai Islam, dan membawa pemahaman lain soal Islam. Bahkan, ada yang berpendapat Muhammadiyah adalah agama baru di luar Islam.
Din Syamsuddin menegaskan, itu semua salah. Muhammadiyah hanyalah organisasi, alat perjuangan. Organisasi bukan semacam mazhab atau aliran, melainkan hanya alat.
"Salah kalau ada umat Islam menganggap organisasi sebagai tujuan, sehingga Islam diturunkan di bawah organisasinya. Muhammadiyah hanya organisasi dakwah untuk kepentingan Islam dan umat Islam," kata Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia itu.
baca juga: Jokowi Beri Dukungan Delegasi Indonesia di Kompetisi WorldSkills
Masta merupakan tradisi penyambutan mahasiswa baru yang diprakarsai oleh IMM. Selama kegiatan mahasiswa baru akan diberikan berbagai materi agar lebih mengenal Muhammadiyah dan UMS. Rektor UMS, Sofyan Anif mengatakan, salah satu hal yang harus dipahami oleh setiap mahasiswa baru adalah UMS sebagai wacana keilmuan dan ke-Islaman. Semboyan itu merupakan keunggulan UMS dari perguruan tinggi yang lain. (OL-3)
Abidin juga meminta Kemenag segera membenahi validitas data guru madrasah, baik melalui mekanisme PPPK, ASN, maupun inpassing.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved