Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo menerima kontingen Indonesia yang akan bertanding pada World Skill Competition di Kazan, Rusia, pada 22-27 Agustus 2019. Presiden menekankan dirinya ingin melihat talenta-talenta Indonesia dapat bersaing dan menunjukkan kualitasnya di hadapan para peserta dari negara lain.
“Kita ingin menunjukkan bahwa talenta-talenta yang kita miliki itu bisa berkompetisi, bisa bersaing, dengan negara-negara lain. Mungkin di urusan IT, agriculture, atau manufacturing. Saya kira banyak sekali yang bisa kita tunjukkan,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/8).
Selain berupaya maksimal memenangkan kompetisi, Jokowi juga berharap para delegasi bisa belajar dari negara lain tentang berbagai hal.
“Saya minta kita juga belajar dari negara lain, apa sebetulnya ke depan yang dibutuhkan karena dunia sudah berubah seperti ini. Sekarang ini muncul pekerjaan-pekerjaan baru yang dulunya orang tidak menyangkanya,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan dukungan penuh dan optimistis bahwa para talenta dan profesional muda Indonesia akan mampu bersaing dan memiliki keahlian yang tidak kalah dengan SDM dari negara-negara lain.
“Saya sangat mendukung dan optimistis bahwa kita memiliki kesempatan untuk memiliki SDM, memiliki human capital, yang bisa kita banggakan dan berguna bagi negara,” ujarnya.
Untuk diketahui, kompetisi tersebut merupakan ajang dua tahunan di mana para profesional atau talenta muda dari berbagai negara dan berbagai macam latar belakang keterampilan vokasional berkumpul dan bersaing untuk unjuk keunggulan. Dalam penyelenggaraannya yang ke-45 ini, sebanyak kurang lebih 1.300 profesional muda dari 63 negara dan wilayah akan bersaing memperebutkan medali.
Sementara itu, Mendikbud Muhadjir Effendy menyebut ada 59 bidang yang akan dipertandingkan pada World Skill Competition di Kazan, Rusia. Namun, Indonesia hanya akan mengikuti 29 bidang yang dianggap relatif mudah dimenangkan.
"Ada gardening dan landscaping, robotic, mechatronic, tata boga, penyajian makanan, rias, fashion, pokoknya 29 item," kata Muhadjir.
Adapun peserta lomba sebagian besar adalah para siswa Sekolah Menengah Kejuran (SMK) yang baru lulus. Mereka juga didampingi para pelatih.
"(Jumlah kontingen) 36 orang. Karena itu ada pelatihnya, masing-masing didampingi pelatih," kata Muhadjir. (OL-09)
(Mal)
Abidin juga meminta Kemenag segera membenahi validitas data guru madrasah, baik melalui mekanisme PPPK, ASN, maupun inpassing.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved