Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTITUT Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) kembali melahirkan calon Aparat Sipil Negara (ASN) terbaik. Sebanyak 744 Praja yang terdiri dari 598 Praja dari Program Studi Diploma IV dan 146 orang Praja dari program sarjana akan dilantik di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Mereka akan dilantik Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa (6/8).
Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas IPDN, Rinny Dewi Anggraeni mengatakan, dalam kesempatan tersebut, juga akan diumumkan dan diberikan penghargaan bagi lulusan terbaik yang dipilih berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
"Para lulusan terbaik dipilih setelah melihat indeks prestasi kumulatif (IPK) dari masing-masing bidang dalam sistem pendidikan," kata Rinny dalam keterangan resminya, Kamis (1/8).
IPDN memiliki sistem pendidikan Tri Tunggal Terpusat yakni bidang pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan.
Baca juga: Praja IPDN Dinilai Tulang Punggung Masa Depan Bangsa
Selain penghargaan kepada dua lulusan terbaik dari program D4 dan S1, penghargaan juga akan diberikan kepada sembilan orang lainnya yang masuk ke dalam peringkat 10 besar terbaik di masing-masing program.
"Selain mendapatkan penghargaan, keseluruhan lulusan terbaik ini akan mendapatkan kesempatan untuk berfoto dengan Wapres Jusuf Kalla dan jajaran pimpinan yang turut hadir dalam kesempatan tersebut," ujar Rinny.
Tidak hanya program studi D4 dan Sarjana, IPDN juga melakukan wisuda untuk program Pascasarjana (S2 dan S3) serta program Profesi Kepamongprajaan.
"Selanjutnya, purna praja yang telah dilantik ini akan dikembalikan kepala Pemda masing-masing untuk melaksanakan tugas magang selama kurang lebih 1 (satu) tahun, setelah itu akan disebar ke seluruh pelosok Indonesia untuk mengabdikan dirinya sebagai Aparat Sipil Negara (ASN)," pungkas Rini. (OL-2)
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat sebanyak 5,5 juta penduduk Indonesia bercerai pada 2025.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025 yang dihimpun, diketahui jumlah penduduk Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa. Penduduk laki-laki memiliki jumlah lebih tinggi.
MAYORITAS penduduk Indonesia saat ini berada pada kelompok usia produktif. Hingga Semester II Tahun 2025, sebanyak 199.026.595 jiwa berada di rentang usia 15 hingga 64 tahun.
DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
Persentase perekaman KTP-el telah mencapai 97,47 persen, yakni 206.467.957 jiwa dari total wajib KTP sebsar 211.826.747 jiwa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved